Semua layanan bukaelektro.com dipindahkan ke situs AIESIE
https://www.aiesie.com
(Aksi Ide Eksperimen Sains Ilmu Elektronika)

Sunday, February 26, 2017

Mengatasi MemoryPressureReliever exception Pada Atmel

Cara Mengatasi Pesan Error Atmel.VsIde.AvrStudio.Utils.MemoryPressureReliever exception Pada Atmel Studio | Yaa, mungkin bagi perancang program (programmer) sudah tidak asing lagi dengan software atau aplikasi yang satu ini. Saya disini tidak akan menjelaskan lebih lanjut mengenai atmel, namun saya hanya akan membahas masalah yang pernah saya alami pada saat menjalankan Atmel Studio ini.

Sedikit cerita, awalnya laptop saya sudah terinstal oprasi sistem (OS) windows 10 yang bukan versi final. Karena saya ditunjuk oleh pihak sekolah untuk mengikuti suatu ajang atau lomba keterampilan elektronika dan salah satunya ada menggunakan software Atmel Studio akhirnya saya menginstallnya.
Atmel Studio error
Pada awalnya, saya tidak mendapatkan masalah yang bearti dalam mengoprasikan aplikasi Atmel Studio 7 ini. Sayapun pernah mencoba memprogram suatu IC ATmega..... (berapa gitu) untuk membuat running led atau led berjalan. Dan sudah pasti saya tidak menemukan masalah yang berkaitan dengan software atmel ini.

Setelah beberapa bulan tidak menggunakan software atmel studio ini, saya pun melakukan update Windows 10 ke versi final (1607). Walaupun proses update memakan waktu yang lama sekali, tapi alhamdulillah update windows berhasil dilakukan. Dan baru kemarin tanggal 24 Febuari 2017 ketika saya mau membuka kembali aplikasi atmel ini muncul pesan error "An error occurred in the AVRGCC Project Wizard. The wizard execution will be cancelled. The type initializer for 'Atmel.VsIde.AvrStudio.Utils.MemoryPressureReliever' threw an exception."

Wah.. Sayapun langsung kebingungan kenapa bisa jadi seperti ini. Saya pun berusaha mencari-cari pemecahan masalahnya di internet namun akhirnya tidak mendapatkan hasil. Sayapun akhirnya mencoba meng-uninstall atmel studio ini kemudian saya lakukan install ulang aplikasi, namun hasilnya masih tetap sama tak ada perubahan.
Baca Juga : Tutorial Membuat Skema Rangkaian di Eagle Lengkap
Keesokan harinya, saya kembali mencari diinternet dan menemukan suatu forum yang membahas hal yang sama berkaitan dengan masalah yang saya alami. Rupanya masalah ini juga dirasakan oleh orang-orang yang melakukan update windows persis yang saya lakukan sebeumnya.

Langsung to the point saja rupanya masalah ini dapat diatasi dengan cara mengganti file utilities.dll yang ada pada directory tempat anda menginstall program Atmell Studio ini. Untuk file utilitiesnya sendiri bisa anda unduh pada link yang telah saya sediakan. Selanjutnya mari kita ikuti cara cara mengatasi pesan error "An error occurred in the AVRGCC Project Wizard. The wizard execution will be cancelled. The type initializer for 'Atmel.VsIde.AvrStudio.Utils.MemoryPressureReliever' threw an exception." pada Atmel Studio :
  1. Unduh dulu file utilities.zip nya dengan klik disini kemudian di extract
  2. Kemudian pergi ke directory tempat anda menginstall Atmel Studio. Kalau saya ada di C > Program Files (X86) > Atmel > Studio > 7.0
  3. Search atau cari pada folder tersebut dengan kata "Utilities.dll"
  4. Anda akan menemukan 2 files Utilities.dll tersebut. Gantikan kedua files tersebut dengan file yang telah anda download dan sudah di extract.
  5. Terakhir, silahkan restart dan buka ulang Atmel Studio anda. Insya Allah masalah ini akan teratasi
Nah, itulah cara mengatasi pesan error "An error occurred in the AVRGCC Project Wizard. The wizard execution will be cancelled. The type initializer for 'Atmel.VsIde.AvrStudio.Utils.MemoryPressureReliever' threw an exception." Saya sendiri sudah berhasil mengatasi pesan error tersebut. Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Saturday, February 25, 2017

Pengertian dan Fungsi Setiap Pin IC 4017

Pengertian dan Fungsi Setiap Kaki IC 4017 | IC 4017 adalah suatu rangkaian terpadu yang berfungsi sebagai decade counter (Penghitung interval). Maksud dari decade counter yakni dapat merubah salah satu output menjadi berlogika tinggi secara bergantian dari output 0 hingga ke output 9 sehingga total output rangkaian ini berjumlah sepuluh buah dengan total pin/kaki sebanyak 16 dan memiliki fungsinya masing masing.

IC 4017 sendiri dikendalikan dengan clock atau pulsa (gelombang kotak) yang nantinya akan menentukan kecepatan perpindahan output dari IC 4017 itu sendiri. semakin tinggi frekuensi dari clock yang dimasukan ke kaki 14 pin ic 4017, maka akan semakin cepat pula perpindahan logika dari output IC tersebut.
IC 4017
Gambar 1. IC 4017
Agar IC 4017 ini dapat berkerja sebagai mana mestinya, tentunya diperlukan rangkaian tambahan. Rangkaian tambahan tersebut adalah rangkaian clock yang menggunakan IC NE555. Bagi anda yang masih bingung mengenai rangkaian clock atau masih mau mempelajari rangkaian ini lebih lanjut bisa baca postingan saya dibawah ini.
IC 4017 ini memiliki banyak kegunaaan, diantaranya sebagai decade counter, counter (penghitung), flip-flop, timer, dan lain-lain. Saya sendiri juga pernah membuat rangkaian saklar menggunakan sensor suara menggunakan IC 4017 yang bisa anda lihat sendiri di link berkut ini : Rangkaian Saklar Sensor Suara.

Nah, setelah kita membahas mengenai IC 4017 ini, yuk kita lanjutkan pembahasan selanjutnya tentang fungsi setiap pin atau kaki pada IC 4017 ini. Sekedar info, IC 4017 memiliki 16 pin dengan pin 8 sebagai ground dan pin 16 sebagai VCC yang tentunya wajib anda hubungkan di masing-masing input tegangan. Oke untuk lebih memudahkan pembahasan lihat gambar berikut ini.
Nama PIN 4017
Gambar 2. Nama Seriap Pin IC 4017
Pin 1, Berfungsi sebagai output/keluaran 5
Pin 2, Output keluaran urutan 1
Pin 3, Output keluaran 0
Pin 4, Output keluaran 2
Pin 5, Output keluaran 6
Pin 6, Output Keluaran 7
Pin 8, Sebagai ground, atau supply tegangan 0 volt
Pin 9, Output keluaran 8
Pin 10, Output keluaran 4
Pin 11, Output keluaran 9

Pin 12, Carry Out. Untuk fungsi carry out sendiri yakni untuk menambahkan jumlah output pada IC selanjutnya. Jadi misalkan anda ingin menambahkan lebih dari 10 output maka anda harus menambahkan IC dengan cara pin 12 Carry out IC 4017 dihubungkan ke pin 14 IC 4017 yang lainnya. Namun berdasarkan yang saya baca pada salah satu website, jika kita menggunakan pin 12 carry out ini, maka nilai clock akan 10 kali lebih lambat dari sebelumnya.

Pin 13, Enable Input, biasa juga disebut dengan clock enable. Fungsinya yakni untuk mengaktifkan jalannya clcok ke IC 4017 jika diberi tegangan negatif. Namun jika anda beri tegangan positif maka clcok yang dijalankan akan dijeda atau di-pasuse. Untuk itulah pada rangkaian running led, pin 13 sering dihubungkan ke terminal ground.

Pin 14, Clock Input. Fungsinya sebagai masukan clock dan biasanya clcok dibuat menggunakan IC NE 555. Pergeseran logika tinggi pada IC 4017 ini ditentukan berdasarkan masukan pin 14 IC ini. Rangkaian clcok-nya sendiri bisa anda lihat di Rangkaian Clock IC 555 Sederhana

Pin 15, Reset. Seperti namanya fungsi reset sendiri adalah untuk mereset atau mengatur ulang kerja dari IC 4017 ini sehingga pergeseran logika pada output IC 4017 ini akan dimulai lagi dari output 0. Jika pin reset diberi tegangan postif atau logika tinggi, maka output 0 IC 4017 ini akan berlogika tinggi dan kesembilan output lainnya akan berlogika 0 atau rendah. Namun jika diberi tegangan negatif, maka pin reset akan nonaktif.

Pin 16, VCC. Sebagai masukan tegang Positif. Untuk IC 4017 ini, akan berkerja jika pin 16 diberi tegangan antara +3 Volt DC hingga +15 Volt DC.

Nah, sebagai tambahan dari saya. Jika anda hanya ingin menggunakan misalnya 5 output saja pada IC 4017 ini. Bearti yang akan aktif nantinya Out 0, Out 1, Out 2, Out 3, dan Out 4. Anda hanya mesti mengubungkan output 5 IC 4017 ini ke pin Reset. Jika anda ingin berhenti di output 7 maka anda hanya perlu menghubungkan output 8 ke pin reset IC 4017 ini, dan begitu seterusnya.



Sunday, February 12, 2017

Rangkaian Catu Daya Simetris Sederhana

Membuat Power Supply Tegangan Simetris | Setelah sebelumnya saya membahas tentang Rangkaian Catu Daya Tunggal Sederhana, kali saya akan membahas mengenai rangkaian catu daya atau power supply simetris. Simetris disini artinya tegangan out ganda, ada (+), (-), dan kemudian grond (0). Rangkaian catu daya simetris ini biasanya juga digunakan pada trafo jenis CT (Center Tap).

Power supply sendiri memiliki peran penting dalam penggunaannya, karena seperti namanya tadi "power supply" yang artinya suplay tegangan agar suatu rangkaian elektronika bisa berkerja dengan baik. Besarnya nilai tegangan pada output catu daya tentunya dipengaruhi oleh tegangan input catu daya yakni tegangan output = tegangan input x 2.
Catu Daya Simetris
Gambar 1. Rangkaian Catu Daya Simetris
Bedanya rangkaian diatas dengan catu daya tunggal yakni pada jumlah output rangkaiannya. Pada catu daya tunggal, hanya terdiri dari ground (0) dan positif (+), sedangkan pada catu daya simetris terdapat 3 output yakni (+), (0), (-). Pada jumlah kapasitornya-pun terdiri dari 2 buah yang berfungsi untuk menekan riple pada masing masing tegangan output.

Untuk Kapasitor, semakin besar nilai kapasitor (elco) yang anda gunakan, tentu akan semakin baik pula rangkaian akan berkerja, karena kapasitor dapat menyimpan lebih banyak muatan listrik. Selain itu perhatikan juga nilai tegangan kerja dari kapasitor tersebut, sesuaikan dengan tegangan catu daya yang anda gunakan, semakin tinggi semakin aman pula. Apabila tegangan kerja elco lebih kecil dari tegangan catu daya yang digunakan, maka akan mengakibatkan kapasitor jebol atau meledak.

Baca Juga : Rangkaian Catu Daya Tunggal Sederhana 
Untuk dioda sendiri, saya sendiri menggunakan dioda 1N4004 yang dapat mengalirkan arus sebesar 2 ampere sehingga pas untuk trafo 2 ampere. Apabila anda menggunakan trafo 3 ampere, maka gunakanlah dioda yang lebih besar seperti dioda tipe 1N5401. Jika arus trafo mencapai 5 ampere maka gunakan juga dioda yang 5 atau 6 ampere.

Seperti yang saya katakan diawal tadi, besar tegangan input tidak akan sama dengan tegang output. Hal ini terjadi karena arus ac mengalami perubahan yang diakibatkan oleh dioda. Jadi jika anda menggunakan tegangan input sebesar 12 volt AC maka pada output anda tinggal mengalikannya dengan 2, Sehingga diperoleh Vout = 12 x 2 = 16,97 Volt sesuai teori. Namun dalam kenyataannya tidak sampai segitu berdasarkan pengalaman saya.

Power supply simetris atau catu daya simetris ini, paling sring digunakan pada power amplifier BTL dan OCL. Karena memerlukan 3 output tegangan catu daya. Jika anda menggunakan catu daya simetris pasti bisa anda jadikan catu daya tunggal dengan memfungsi 2 output saja. Namun jika anda menggunakan catu daya tunggal, anda tidak bisa menjadikannya catu daya simetris.

Friday, February 10, 2017

Rangkaian Catu Daya Tunggal Sederhana

Membuat Rangkaian Catu Daya Tunggal | Catu daya atau yang lebih sering disebut power supply merupakan suatu rangkaian yang pada umumnya mengkonversi arus AC (bolak-balik) ke DC (arus searah. Dengan menggunakan 4 dioda yang berkerja secara bergantian, maka akan diperloah arus dc gelombang penuh namun dengan ripple, karena akibat bias dari arus AC itu sendiri.

Nah, tentunya power supply sendiri memiliki peran penting dalam penggunaannya, karena seperti namanya tadi "power supply" yang artinya suplay tegangan agar suatu rangkaian elektronika bisa berkerja dengan baik. Besarnya nilai tegangan pada output catu daya tentunya dipengaruhi oleh tegangan input catu daya yakni tegangan output = tegangan input x 2.
Catu Daya Tunggal
Gambar 1. Rangkaian Catu Daya Tunggal
Gambar diatas merupakan rangkaian catu daya tunggal. Terlihat ada 4 buah dioda yang saling hubung satu sama lain. kemudian pada bagian outputnya ditambah sebuah kapasitor (elco) untuk menekan riple yang dihasilkan dioda. Fungsi lainnya dari kapasitor pada rangkaian catu daya yakni mengurangi tingkatan dengung yang dihasilkan amplifier.

Jika seandainya anda menggunakan trafo non CT maka anda hanya perlu menggunakan 2 buah dioda saja yang dihubungkan ke aliran ac atau fasa trafo, lalu 0 trafo langsung dihubungkan ke ground saja sehingga rangkaian lebih simpel atau sederhana.

Semakin besar nilai kapasitor (elco) yang anda gunakan, tentu akan semakin baik pula rangkaian akan berkerja, karena kapasitor dapat menyimpan lebih banyak muatan listrik. Selain itu perhatikan juga nilai tegangan kerja dari kapasitor tersebut, sesuaikan dengan tegangan catu daya yang anda gunakan, semakin tinggi semakin aman pula. Apabila tegangan kerja elco lebih kecil dari tegangan catu daya yang digunakan, maka akan mengakibatkan kapasitor jebol atau meledak.

Untuk dioda sendiri, saya sendiri menggunakan dioda 1N4004 yang dapat mengalirkan arus sebesar 2 ampere sehingga pas untuk trafo 2 ampere. Apabila anda menggunakan trafo 3 ampere, maka gunakanlah dioda yang lebih besar seperti dioda tipe 1N5401. Jika arus trafo mencapai 5 ampere maka gunakan juga dioda yang 5 atau 6 ampere.

Seperti yang saya katakan diawal tadi, besar tegangan input tidak akan sama dengan tegang output. Hal ini terjadi karena arus ac mengalami perubahan yang diakibatkan oleh dioda. Jadi jika anda menggunakan tegangan input sebesar 12 volt AC maka pada output anda tinggal mengalikannya dengan 2, Sehingga diperoleh Vout = 12 x 2 = 16,97 Volt sesuai teori. Namun dalam kenyataannya tidak sampai segitu berdasarkan pengalaman saya.

Rangkaian Amplifier 18 Watt IC LA4440