Semua layanan bukaelektro.com dipindahkan ke situs AIESIE
https://www.aiesie.com
(Aksi Ide Eksperimen Sains Ilmu Elektronika)
Showing posts with label Ilmu. Show all posts
Showing posts with label Ilmu. Show all posts

Saturday, July 22, 2017

Pengertian dan Fungsi Dioda Penyearah

Pengertian dan fungsi Dioda Penyearah | Dioda merupakan suatu komponen aktif elektronika yang tersusun dari bahan semikonduktor (bahan setengah penghantar) tipe P dan tipe N. Dioda sendiri terdiri dari 2 kaki yakni kaki anoda dan kaki katoda yang masing masing bisa digunakan sesuai kebutuhan dalam rangkaian. Pada dioda penyearah sendiri biasanya terbuat dari bahan silikon dan lebih sering digunakan sebagai penyearah dari arus AC ke DC ataupun bisa juga sebagai pengamanan polaritas terbalik.
gambar_dioda
Gambar 1. Dioda Penyearah
Kaki anoda pada dioda penyearah berfungsi untuk meneruskan sinyal atau tegangan positif ke katoda dioda dan menahan atau memblokir tegangan negatif yang masuk. Begitu juga kaki katoda yang berfungsi untuk meneruskan sinyal atau tegangan negatif ke katoda dioda dan menahan atau memblokir tegangan positif yang masuk.

Untuk menggunakan dioda penyearah ini, kita bisa pilih salah satu kaki dioda sebagai input dan satunya lagi sebagai output. Sebagai contoh, untuk merubah arus AC (bolak balik) ke DC (searah) Jika anda menempatkan kaki katoda sebagai input (terhubung ke arus AC), maka pada kaki anoda hanya akan terdeteksi tegangan negatif (-) dikarenakan katoda hanya meneruskan tegangan negatif dan memblokir tegangan positif yang dihasilkan arus AC. Begitu juga sebaliknya jika anda
menempatkan kaki anoda sebagai input maka pada kaki katoda akan terdeteksi tegangan positif saja.

Yang juga perlu diingat adalah tegangan kerja masing masing dioda penyearah yang bisa anda lihat di datasheet komponen tersebut. Jangan sampai tegangan yang digunakan melebihi batas kemampuan dioda yang digunakan, terlebih dalam membuat rangkaian pelipat tegangan atau setrum nyamuk menggunakan dioda dan kapasitor.

Penambahan kapasitor dalam pembuatan rangkaian penyearah ini sangat penting, selain untuk menaikan tegangan yang semulanya drop juga berfungsi untuk meminimalisir ripple yang terjadi, semakin besar kapasitansi kapasitor tersebut, maka akan semakin kecil juga ripple daya yang terjadi.
Jika anda ingin membuat rangkaian penyearah, maka akan saya berikan refrensi artikel yang bisa anda coba nantinya dirumah. Ada 2 artikel yang berkaitan yakni rangkaian catu daya tunggal dan rangkaian catu daya simetris yang bisa anda baca dan praktekan sendiri.

Tuesday, May 30, 2017

Cara Mengukur Baik Buruknya Kapasitor Dengan Multimeter

Mengetahui Baik Buruknya Kapasitor / Kondensator Menggunakan Multimeter | Kapasitor merupakan salah satu komponen pasif elektronika yang pada dasarnya berfungsi untuk menyimpan muatan sementara. Selain itu kapasitor bersifat meneruskan arus AC dan memblokir arus DC ketika dipasang secara seri pada suatu rangkaian elektronika.

Terdapat 2 tipe kapasitor, seperti yang kita ketahui ada yang namanya kapasitor variabel dan kapastor tetap. Kapasitor tetap juga terbagi dalam beberapa jenis seperti, electrolit capacitor (elco), kapasitor keramik, kapasitor kertas, kapasitor tantalum dan lain lain.  Sedangkan kapasitor variabel biasanya disebut dengan varco.
elco
Gambar 1. elco
Untuk mengetahui baik buruknya sebuah kapasitor dapat dilakukan dengan 2 cara, yakni dengan melihat fisiknya secara langsung dan juga melalui pengukuran menggunakan multimeter. Kapasitor jenis elco (electrolit capacitor) yang berbentuk seperti tabung, kerusakannya dapat dikenali dengan melihat fisiknya secara langsung. Biasanya elco yang rusak, bagian atasnya menggelembung atau pecah akibat short atau kelebihan tegangan. Namun tetap saja untuk memastikan apakah sebuah kapasitor dalam keadaaan baik atau tidak harus dilakukan pengukuran.

Perlu anda ketahui untuk kapasitor yang memiliki kapasitas yang kecil (antara 1pF-100nF) akan lebih sulit dalam melakukan pengukuran. Hal ini dikarenakan kapasitas muatan yang kecil pada kapasitor sulit dideteksi oleh multimeter, karna proses charge (pengisian) yang sangat cepat. Untuk itu, agar dapat melakukan pengukuran pada kapasitor yang memiliki kapasitas yang kecil, maka selektor ohm meter diarahkan ke yang paling besar (lebih baik jika ada selektor yang sampai X100K).

Pada saat melakukan pengukuran kapasitor, ada beberapa tahap yang harus anda perhatikan, yakni sebagai berikut:
  1. Siapkan sebuah kapasitor yang akan dites. Jika masih terpasang dipapan rangkaian harus dilepas salah satu atau kedua kakinya.
  2. Kemudian perhatikan nilai kapasitor jika nilai kapasitor besar (kira kira antara 100nF-2200uF) maka atur selektor ke ohm meter X1K. namun jika kepasitas kapasitor diatas 2200uF maka selektor diatur ke posisi yang lebih kecil agar mempercepat pengisian. Untuk kapasitor yang memiliki kapasitas dibawah 100nF(1pF-100nF) maka selektor diatur ke ohm meter X10K (Jika ada yang X100K lebih baik karena memudahkan pengukuran untuk kapasitas yang sangat kecil).
    Cara Mengukur Baik Buruknya Kapasitor Dengan Multimeter
    Gambar 2. Multimeter
  3. Disarankan kapasitor yang akan diukur mesti di short (disatukan) kedua kakinya, hal ini dilakukan untuk mengosongkan muatan kapasitor terlebih dahulu.
  4. Selanjutnya, jika selektor sudah ditentukan, maka hubungkan probe multimeter ke masing masing kaki kapasitor jika kapasitor tersebung jenis non polar. Namun jika jenisnya elco maka hubungkan probe merah multimeter ke kaki positif kapasitor, dan probe hitam ke kaki negatif kapasitor.
  5. Setelah probe terhubung ke masing masing kaki kapasitor maka perhatikan pergerakan jarum pada multimeter. Jika pada awalnya jarum bergerak keposisi tertentu kemudian balik lagi ke posisi awal, maka kapasitor dalam keadaan baik. Jika jarum bergerak namun tidak balik ke posisi awal atau jarum tidak bergerak sama sekali, maka kapasitor sudah rusak.
Nah itulah tahap tahap dalam menentukan baik buruknya sebuah kapasitor. Biasanya permasalahan yang sering dialami pada saat pengecekan kapasitor menggunakan multimeter yakni, sulitnya melakukan pengukuran untuk kapasitor yang berkapasitas sangat kecil (seperti piko) yang berjenis non polar. Namun tetap ketelitian pengguna dalam melakukan pengecekan merupakan hal yang lebih utama.

Monday, May 29, 2017

Cara Mengukur Hambatan Resistor Dengan Multimeter

Mengukur Hambatan Resistor Menggunakan Multimeter | Resistor merupakan suatu komponen pasif elektronika yang pada umumnya berfungsi menghambat arus listrik yang mengalir. Pada suatu rangkaian elektronika sudah lazim sekali kita lihat bahwa komponen ini selalu ada karena fungsinya yang sangat dibutuhkan. Untuk itu juga kita mesti mengetahui apakah nilai resistor yang terpasang tersebut sudah sesuai sebagaimana mestinya.

Untuk mengetahui nilai hambatan dari resistor dapat dilakukan dengan 2 cara, yakni dengan melihat langsung dari kode warna atau kode huruf dan juga dengan mengukur langsung menggunakan ohm meter atau multimeter. Namun khusus dipembahasan kali ini saya akan memberi tahu bagaimana mengukur nilai resistor menggunakan multimeter.
Gambar Multimeter
Gambar 1. Multimeter
Hal pertama yang anda mesti siapkan yakni alat ukurnya, bisa menggunakan multimeter ataupun ohm meter. Kemudian siapkan juga resistor yang akan diukur, pastikan juga jika resistor masih terpasang pada papan rangkaian, maka mesti dicabut salah satu atau kedua kakinya sebelum mengukur nilai hambatan resistor tersebut. Untuk lebih jelasnya lakukan langkah langkah berikut ini:
  1. Lihat nilai resistornya secara langsung untuk menentukan selektor ohm yang tepat. Jika nilai yang tertera antara 1-10 ohm atur selektor di X1 untuk memudahkan pengalian, jika nilai resistor antara 10-100 ohm atur selektor di X10, nilai resistor 100-1K ohm atur selektor di X100 dan seterusnya.
  2. Jika nilai resistor tidak diketahui maka disarankan selektor diatur ke yang paling besar, jika mengikuti gambar multimeter diatas bearti selektor diarahkan ke X10K. Dalam kasus ini kita anggap saja selektor berada pada X100
  3. Setelah selektor ditentukan, maka dimulai "adjustment" yakni pengaturan nol. Caranya hubungkan kedia probe multimeter yang merah dan yang hitam sampai jarum bergeraka, kemudian putar-putar hingga jarum display pas pada angka nol yang berada di paling kanan. (Lihat gamabar)
    Display multimeter
  4. Setelah adjustment dilakukan maka mulai tempatkan kedua probe multimeter ke masing masing kaki resistor dan perhatikan jarum menyimpan ke angka berapa. Yang mesti diingat anda harus teliti ketika membaca nilai pada penunjuk jarum multimeter. Pada kasus ini kita anggap saja jarum menunjuk ke angka 20.
  5. Maka selanjutnya kita kalikan dengan persamaan (Angka penunjuk jarum x selektor yang digunakan) yakni 20 x 100 maka hasilnya yakni 2000 ohm atau 2 Kilo ohm.
  6. Jika anda ingin melakukan pengukuran dengan resistor yang berbeda maka ulangi lagi langkah yang pertama, kuncinya jika anda memindahkan selektor maka anda harus melakukan adjustment ulang.
Pada pengkuran resistor diatas, sebenarnya yang mesti diperhatikan yakni ketelitian pengguna ketika membaca nilai yang ditunjukan jarum multimeter. Ada kalanya nilai yang ditunjukan tidak selalu tepat pada angka yang tertera, jadi anda perlu mengira-ngira berapa nilai sebenarnya yang ditunjukan oleh multimeter. Kemudian jika anda sudah mendapatkan nilainya maka tinggal dikalikan dengan selektor yang telah anda gunakan sebelumnya.



Sunday, May 28, 2017

Memahami Sistem Power Amplifier BTL (Bridge Transformer Less)

Pengertian Sistem Power Amplifier BTL (Bridge Transformator Less) | Seperti yang telah saya bahas sebelumnya mengenai sistem power amplifier yakni jenis OTL (Output TransformerLess), kemudian OCL (Output CapacitorLess), maka kali ini akan saya lanjutkan lagi membahas sistem power amplifier BTL (Bridge TransformerLess).

Power amplifier BTL merupakan suatu amplifier yang menggabungkan 2 buah amplifier sekaligus menggunakan sistem jembatan. Hal ini dilakukan untuk memperoleh sinyal amplitudo sebesar 2 kali lipat dari pada menggunakan satu buah power amplifier saja. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem power amplifier BTL ini hanya menggabungkan 2 buah amplifier agar daya yang dihasilkan menjadi 4 kali lipat akibat dari amplitudo yang dinaikan 2 kali lipat secara teoritis.

Pada amplifier BTL ini bekerja dengan prinsip rangkaian pembalik fasa. Namun pada rangkaian pembalik fasa ini tidak mengubah ataupun memperbesar bentuk sinyal input, melainkan hanya menggeser fasa sebesar 180 derajat sehingga sinyal yang dihasilkan oleh amplifier 2 merupakan kebalikan dari sinyal yang dihasilkan pada amplifier 1. Dengan catatan bahwa antara amplifier 1 dan amplifier 2 harus sama atau identik.
Baca Juga : Rangkaian Power Amplifier BTL TDA2030
Pada saat pemasangan loud speaker pada amplifier BTL, speaker harus dipasang pada output masing masing amplifier dan bukan dipasang terhadap ground. Selain itu juga yang harus dicatat bahwa, kedua amplifier harus berkerja aktif secara berlawanan. Untuk lebih jelasnya berikut ini saya sajikan contoh gambar amplifier BTL.
Amplifier BTL
Gambar 1. Power Amplifier BTL
Bisa anda lihat pada rangkaian diatas bahwa 2 buah IC digabung menjadi 1 agar amplitudo yang dihasilkan pada outputnya menjadi 2 kali lebih besar. Speaker dihubungkan pada masing masing output amplifier dan bukan dihubungkan ke ground, karena jika anda hubungkan salah satu pin speaker, suara yang dihasilkan akan lebih kecil.

Untuk menggabungkan 2 buah IC menjadi satu dapat dilakukan dengan cara menghubungkan input (+) amplifier 1 dengan input (-) amplifier 2 kemudian input (-) ampifier 1 dihubungkan dengan input (+) amplifier 2. Kemudian speaker dihubungkan pada masing masing output amplifier, maka jadilah dia sistem power amplifier jembatan atau biasa disebut dengan BTL.

Permasalahan umum yang biasa didapatkan ketika menggunakan amplifier BTL ini yakni masalah panas yang berlebih pada masing masing IC. Dimana untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dipasang pendingin/heatsink yang cukup besar pada masing masing IC untuk menghindari IC terbakar/hangus.



Friday, May 26, 2017

Mempelajari Sistem Power Amplifier OCL (Output Capacitor Less)

Mengenal Sistem Power Amplifier OCL | Setelah kemarin saya telah memposting tentang sistem power amplifier OTL, maka kali ini akan saya lanjutkan lagi dengan membahas sistem power amplifier OCL. Power Amplifier OCL merupakan singkatan dari Output Capacitor Less, buat teman teman SMK teknik audio video mungkin tidak asing lagi dengan istilah tersebut.

Sistem power amplifier OCL tentunya berbeda dengan sistem OTL. Pada power amplifier OCL lebih sering digunakan untuk daya amplitudo yang besar sehingga suara yang dihasilkanpun cukup keras. Karena daya amplitudo yang digunakan besar, maka biasanya pada power amplifier OCL ini dipasangkan catu daya atau power supply tegangan simetris V(+), V(-) dan Ground (0) yang memang lebih aman ketika output dikeluarkan ke speaker.
Ciri khas lainnya pada sistem power amplifier OCL ini adalah terdapat pada output speakernya (beban keluaran). Dimana salah satu ujung speaker terhubung dengan jalur CT atau yang biasa disebut dengan Ground (0). Untuk lebih jelasnya lagi saya akan berikan contoh power amplifier OCL berikut ini:
Amplifier OCL
Gambar 1. Contoh Rangkaian Amplifier OCL
Sumber : https://psmk.kemdikbud.go.id/
Jika kita perhatikan skematik diatas, terdapat 2 buah transistor penguat akhir yang berdaya cukup besar yakni transistor jengkol 2955 dan 3055. Jadi wajar saja suara yang dihasilkan pada power amplifier OCL ini cukup besar dan ngebass, karena saya sendiri sudah pernah membuat rangkaian diatas.

Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, power amplifier OCL ini menggunakan tegangan simetris, namun khusus pada rangkaian diatas tegangan yang digunakan berkisar pada 30-42 Volt DC pada masing masing input tegangan.

Namun pada power amplifier OCL diatas juga memiliki kelemahan, yakni apabila terjadi short circuit pada papan rangkaian atau pada komponen, maka output beban yakni speaker sebagai pengeras suara kemungkinan akan langsung rusak. Jadi bagi anda yang tertarik membuat rangkaian diatas silahkan dicoba saja.


Thursday, May 25, 2017

Mengenal Sistem Power Amplifier OTL (Output Transformator Less)

Apa itu sistem power amplifier OTL dan apa juga contoh rangkaiannya? | Pada suatu rangkaian penguat suara yang biasa disebut dengan Amplifier, kita akan mengenal beberapa istilah amplifier seperti BTL, OTL dan OCL. Namun khusus peda pembahasan kali ini kita hanya akan membahas tentang sistem power amplifier OTL.

OTL sendiri merupakan singkatan dari Output Transformator Less. Pada power amplifier ini, jika dibandingkan dengan power amplifier lainnya seperti jenis OCL atau Output Capacitor Less dan BTL atau Bridge-Tied Load yang membedakannya hanyalah daya penggunaannya yakni tidak lebih dari 100 watt. Namun walaupun dayanya relatif kecil, power amplifier OTL ini lebih sering digunakan pada perangkat elektronik seperti televisi, radio, handphone, laptop dan lainnya.

Pada power amplifier OTL ini, hal yang menjadi ciri khasnya yakni terdapat pada jenis catu dayanya (Power Supply). Amplifier OTL ini menggunakan tegangan non simetris yakni kutub (+) dan (-) pada batrai, atau V(+) dan (0) pada sebuah adaptor. Ciri khas lainnya pada sistem power amplifier OTL ini terdapat pada ukuran kapasitor yang berada pada bagian output speakernya yang berkapasitas cukup besar dan biasanya diatas 1000uF. Kapasitor yang digunakan sendiri merupakan kapasitor jenis elco yang memiliki 2 buah kutub yakni (+) dan (-).
Baca Juga : Rangkaian Power Amplifier BTL TDA 2030
Tujuan pemberian nilai kapasitor pada bagian output itu sendiri yakni untuk menekan tegangan DC yang masuk ke speaker, karena salah satu sifat dari kapasitor yakni memblokir arus DC dan meneruskan arus AC. jika tegangan DC tembus dan masuk ke speaker akan menyebabkan lilitan kawat email (spull) pada speaker akan cepat panas dan akhirnya rusak akibat terbakar. Untuk lebih jelas lihat contoh skema rangkaian power amplifier OTL berikut ini:
Amplifier OTL
Gambar 1. Power Amplifier OTL
Sumber : https://psmk.kemdikbud.go.id/
Seperti yang telah saya katakan sebelumnya bahwa memang sistem power amplifier ini menggunkan tegangan non simetris, namun untuk rangkaian diatas tegangan yang digunakan terbilang cukup besar yakni antar 45 volt hingga 50 volt DC. Selain itu, ciri khas lainnya terdapat capasitor dengan kapasitas yang cukup besar dibagian outputnya yakni sebesar 2200 uF untuk menekan tegangan DC masuk ke speaker.

Saturday, February 25, 2017

Pengertian dan Fungsi Setiap Pin IC 4017

Pengertian dan Fungsi Setiap Kaki IC 4017 | IC 4017 adalah suatu rangkaian terpadu yang berfungsi sebagai decade counter (Penghitung interval). Maksud dari decade counter yakni dapat merubah salah satu output menjadi berlogika tinggi secara bergantian dari output 0 hingga ke output 9 sehingga total output rangkaian ini berjumlah sepuluh buah dengan total pin/kaki sebanyak 16 dan memiliki fungsinya masing masing.

IC 4017 sendiri dikendalikan dengan clock atau pulsa (gelombang kotak) yang nantinya akan menentukan kecepatan perpindahan output dari IC 4017 itu sendiri. semakin tinggi frekuensi dari clock yang dimasukan ke kaki 14 pin ic 4017, maka akan semakin cepat pula perpindahan logika dari output IC tersebut.
IC 4017
Gambar 1. IC 4017
Agar IC 4017 ini dapat berkerja sebagai mana mestinya, tentunya diperlukan rangkaian tambahan. Rangkaian tambahan tersebut adalah rangkaian clock yang menggunakan IC NE555. Bagi anda yang masih bingung mengenai rangkaian clock atau masih mau mempelajari rangkaian ini lebih lanjut bisa baca postingan saya dibawah ini.
IC 4017 ini memiliki banyak kegunaaan, diantaranya sebagai decade counter, counter (penghitung), flip-flop, timer, dan lain-lain. Saya sendiri juga pernah membuat rangkaian saklar menggunakan sensor suara menggunakan IC 4017 yang bisa anda lihat sendiri di link berkut ini : Rangkaian Saklar Sensor Suara.

Nah, setelah kita membahas mengenai IC 4017 ini, yuk kita lanjutkan pembahasan selanjutnya tentang fungsi setiap pin atau kaki pada IC 4017 ini. Sekedar info, IC 4017 memiliki 16 pin dengan pin 8 sebagai ground dan pin 16 sebagai VCC yang tentunya wajib anda hubungkan di masing-masing input tegangan. Oke untuk lebih memudahkan pembahasan lihat gambar berikut ini.
Nama PIN 4017
Gambar 2. Nama Seriap Pin IC 4017
Pin 1, Berfungsi sebagai output/keluaran 5
Pin 2, Output keluaran urutan 1
Pin 3, Output keluaran 0
Pin 4, Output keluaran 2
Pin 5, Output keluaran 6
Pin 6, Output Keluaran 7
Pin 8, Sebagai ground, atau supply tegangan 0 volt
Pin 9, Output keluaran 8
Pin 10, Output keluaran 4
Pin 11, Output keluaran 9

Pin 12, Carry Out. Untuk fungsi carry out sendiri yakni untuk menambahkan jumlah output pada IC selanjutnya. Jadi misalkan anda ingin menambahkan lebih dari 10 output maka anda harus menambahkan IC dengan cara pin 12 Carry out IC 4017 dihubungkan ke pin 14 IC 4017 yang lainnya. Namun berdasarkan yang saya baca pada salah satu website, jika kita menggunakan pin 12 carry out ini, maka nilai clock akan 10 kali lebih lambat dari sebelumnya.

Pin 13, Enable Input, biasa juga disebut dengan clock enable. Fungsinya yakni untuk mengaktifkan jalannya clcok ke IC 4017 jika diberi tegangan negatif. Namun jika anda beri tegangan positif maka clcok yang dijalankan akan dijeda atau di-pasuse. Untuk itulah pada rangkaian running led, pin 13 sering dihubungkan ke terminal ground.

Pin 14, Clock Input. Fungsinya sebagai masukan clock dan biasanya clcok dibuat menggunakan IC NE 555. Pergeseran logika tinggi pada IC 4017 ini ditentukan berdasarkan masukan pin 14 IC ini. Rangkaian clcok-nya sendiri bisa anda lihat di Rangkaian Clock IC 555 Sederhana

Pin 15, Reset. Seperti namanya fungsi reset sendiri adalah untuk mereset atau mengatur ulang kerja dari IC 4017 ini sehingga pergeseran logika pada output IC 4017 ini akan dimulai lagi dari output 0. Jika pin reset diberi tegangan postif atau logika tinggi, maka output 0 IC 4017 ini akan berlogika tinggi dan kesembilan output lainnya akan berlogika 0 atau rendah. Namun jika diberi tegangan negatif, maka pin reset akan nonaktif.

Pin 16, VCC. Sebagai masukan tegang Positif. Untuk IC 4017 ini, akan berkerja jika pin 16 diberi tegangan antara +3 Volt DC hingga +15 Volt DC.

Nah, sebagai tambahan dari saya. Jika anda hanya ingin menggunakan misalnya 5 output saja pada IC 4017 ini. Bearti yang akan aktif nantinya Out 0, Out 1, Out 2, Out 3, dan Out 4. Anda hanya mesti mengubungkan output 5 IC 4017 ini ke pin Reset. Jika anda ingin berhenti di output 7 maka anda hanya perlu menghubungkan output 8 ke pin reset IC 4017 ini, dan begitu seterusnya.



Monday, February 6, 2017

Pengertian dan Fungsi Setiap Pin IC 555

Pengertian dan Fungsi Setiap Kaki IC 555 | IC 555 atau biasa disebut pewaktu 555 merupakan sebuah sirkuit atau rangkaian terpadu yang digunakan untuk menghasilkan pewaktuan, gelombang kotak atau multivibrator (sinyal penggetar). IC ini didesain oleh Hans R. Camenzind pada tahun 1970 dan baru diperkenalkan setelah setahun kemudian yakni 1971 oleh Signetics.

Nama asli dari IC ini adalah SE555 atau NE555 dan dijuluki sebagai "The IC Time Machine" yang artinya IC mesin pewaktuan. Nama 555 diambil dari komponen penyusunnya yang didalamnya terdapat 3 resistor 5K ohm yang disusun secara seri pada sirkuit awal.

IC ini masih digunakan secara luas dikarenakan kemudahannya, kemurahannya, dan tingkat stabilitasnya yang baik. Hingga pada tahun 2008, diperkirakan 1 juta unit diproduksi setiap tahun. IC ini dalam komponen penyusunnya biasanya terdiri dari 15 resistor, 2 diode, 20 transistor dalam satu kemasan silikon yang terdiri dari 8 kaki.
Gambar 1. IC555
Gambar diatas merupakan konfiurasi dari IC 555 pada setiap pin atau kakinya. Kita bisa lihat bahwa IC ini terdiri atas 8 buah pin, 4 pin dikiri dan 4 pin dikanan. Kaki 1 ditandai dengan tanda setengah lingkaran pada ic dan disebelah kirinya. Sedangkan untuk kaki GND berada di pin 1 dan kaki VCC berada pada pin 8 IC 555 ini.
Gambar 2. Blok Diagram IC 555
Blok diagram IC 555 ini sesuai dengan gambar diatas, dimana kita lihat terdapat 2 buah komponen komperator tegangan (pembanding tegangan), rangkaian flip-flop, resistor dan lain-lain. Masing-masing blok memiliki fungsinya masing masing, sehingga rangkaian ini dapat berkerja sedemikian rupa. Berikut ini, saya akan sajikan juga komponen penyusun dari IC555 ini.
Gambar 3. Rangkaian Penyusun IC 555
Pada gambar diatas terdapat puluhan transistor yang digunakan, agar rangkaian ini berkerja. Sekilas fungsinya memang sangat sederhana ic 555 ini, tapi komponen penyusunnya sangat banyak sekali, yaa saya tidak bisa menjelaskan detail mengenai peran setiap komponen, karena jujur, saya sendiri terkejut ketika melihat komponen penyusun IC 555 yang sangat banyak ini.

Penjelasan beserta gambar diatas, saya dapatkan dari datasheet komponen IC555, jika anda ingin mendalami salah satu komponen aktif ini, anda bisa mendownload saja datasheet komponen IC555. Nah... selanjutnya kita akan bahas fungsi setiap pin IC555.

Fungsi Setiap Kaki IC 555:

  1. GND, Ground (0Volt) 
  2. TR, Trigger berfungsi sebagai pemantik atau penyulut agar pewaktuan berkerja
  3. Out, Output IC555 jadi selama dalam pewaktuan maka keluaran berada pada +VCC
  4. Reset, berfungsi menyela atau menghentikan interval pewaktuan jika diberi pula 0 volt
  5. CV, Control Voltage berfungsi sebagai pembagi tegangan sebesar 2/3 VCC
  6. Threshold, berfungsi untuk menentukan akhir pewaktuan ( pewaktuan berakhir jika Vthr dibawah 2/3 VCC)
  7. Discharge, bisanya disambungkan ke kapasitor dan berfungsi untuk pengosongan kapasitor. Selama pembuangan kapasitor menentukan interval pewaktuan
  8. V+, supply tegangan postif untuk IC555 antara 3Volt - 15Volt DC
Mungkin, anda masih bingung apa itu pewaktuan, pewaktuan sendiri merupakan lamanya tegangan output pada saat bertegangan positif (+) atau berlogika tinggi. Jadi dengan mengetahui fungsi IC555 diatas anda diharapkan dapat membuat beraneka ragam rangkaian dari IC555 ini.

IC 555 dapat digunakan untuk membuat timer waktu mundur, gelombang kotak, rangkaian mostabel, rangkaian multivibrator, rangkaian sensor dan masih banyak lagi. Untuk harga dari IC 555 ini sendiri berkisar antar 2000 hingga 5000 rupiah dan sangat mudah didapatkan ditoko elektronik.


Tuesday, January 31, 2017

Pengertian dan Fungsi Relay Dalam Elektronika

Penjelasan dan Fungsi Relay | Relay merupakan suatu komponen elektronika yang dapat memutuskan dan menyambungkan aliran listrik secara elektromagnetis sehingga lebih sering disebut dengan saklar elektronik. Relay biasa digunakan untuk membuat rangkaian sensor seperti sensor suara, sensor gerak, sensor cahaya, sensor sentuh, sensor tepuk dan lain sebagainya.

Relay biasa digunakan untuk mengendalikan perangkat listrik yang lebih besar dan hanya memerlukan tegangan yang lebih kecil untuk mengaktifkan relaynya. Sebenarnya untuk setiap relay memiliki tegangan kerja yang berbeda-beda, tergantung dari jenis dan tipe relaynya. Berikut gambar dari simbol relaynya.
simbol relay
Sumber : Phidgets
Gambar diatas adalah skema dari relay. Nah jadi relay sebenarnya berperan sebagai saklar otomatis, yang dapat mengendalikan perangkat listrik lain. Contohnya, jika pada bagian 2 kaki lilitan yang berfungsi sebagai input tegangan relay diberi arus listrik, maka akan terjadi induksi dan mengakibatkan efek medan magnet, sehingga arah sambungan dari common relay berubah.

Perlu diperhatikan juga, bahwa pada relay ada yang dikenal dengan Common, NC dan NO. Common adalah titik tengah dimana perangkat listrik akan disambungkan. Sedangkan NC merupakan singkatan Normally Close, yang artinya pada saat kondisi normal posisi saklar tersabung (rangkaian tertutup). Dan NO (Normally Open) posisi saklar akan terlepas (rangkaian terbuka) pada kondisi normal.

Jadi relay ini sanagt berperan luas sekali dalam suatu pembuatan rangkaian elektronika. Karena fungsi yang bisa sebagai saklar otomatis. Relay juga ada yang banyak jenis, contoh gambar diatas adalah relay tunggal (SPST) dan relay ganda (DPDT).

Postingan ini merupakan seri dari label komponen elektronika yang nantinya akan saya bahas lagi yang lainnya. Sebenarnya hari saya akan memposting mengenai skema rangkaian lagi, cuman karena waktu sudah terlalu malam (saat ini jam 22.00) maka saya akan membahas hal yang ringan ringan saja.

Baik semoga postingan mengenai komponen elektronika yakni relay diatas bermanfaat dan mudah dimengeri. Harap maklum saja jika penjelasannya terlalu bertele-tele, karena saya saat ini sudah kehabisa ide untuk membuat postingan mengenai rangkaian apa gitu.. Hehe, sekian terimakasih.

Monday, January 9, 2017

Pengertian Dioda Zenner Beserta Hitungannya

Pengertian Dioda Zenner lengkap dengan rumus beserta hitungannya | Dioda zenner merupakan salah satu komponen pasif elektronika. Dioda ini bekerja sebagai penstabil tegangan dalam suatu rangkaian elektronika, terlebih dalam rangkaian regulator. Maksud dari penstabil disini adalah membuat tegangan di outuput menjadi tetap, namun dengan syarat tegangan input harus lebih besar dari pada tegangan output zenner.
dioda_zenner
Gambar 1. Dioda Zenner
Dioda zenner ini sendiri bentuknya sangat kecil namun pada umumnya dapat dikenali dari warna fisiknya yang keemasan. Bagian hitam yang diatas itu merupakan katodanya. Nah untuk memudahkan pemahaman kita mengenai dioda zenner ini, mari kita perhatikan rangkaian sederhana dioda zenner beserta dengan rumusnya berikut ini:
skema
Gambar 2. Rangkaian Penggunaan Dioda Zenner
Gambar diatas merupakan rangkaian sederhana dari dioda zenner, berikut keterangan:
D        = Dioda Zenner
R        = Resistor
Uin     = Tegangan Input
Uout   = Tegangan keluaran (output)

Dari gambar diatas berlaku persamaan:
rumus zenner

Perlu diingatkan juga bahwa dioda zenner digunakan dalam rangkaian secara paralel, artinya  sebuah sumber tegangan yang berubah-ubah yang dipasang sehingga mencatu-balik, sebuah dioda Zener akan bertingkah seperti sebuah kortsleting (hubungan singkat) saat tegangan mencapai tegangan tembus dioda tersebut. Hasilnya, tegangan akan dibatasi sampai ke sebuah angka yang telah ditetapkan sebelumnya (kata wikipedia).

Oke, sekian semoga bermanfaat!

Saturday, January 7, 2017

Penegertian Kapasitor dan Fungsinya Dalam Rangkaian Elektronika

Pengertian Kapasitor dan Fungsinya dalam rangkaian elektronika | Kapasitor adalah komponen pasif elektronika yang berfungsi menyimpan muatan listrik yang kecil. Jadi bisa diibaratkan dengan baterai yang memiliki daya penyimpanan yang sangat kecil. Terdapat 2 Jenis Kapasitor berdasarkan kakinya yakni kapsitor Polar dan Kapasitor Nonpolar.

Kapasitor polar adalah kapasitor yang kedua kutubnya memiliki polaritas positif dan satunya yang negatif. Contohnya seperti gambar diatas. Sedangkan kapasitor non polar adalah kapasitor yang kedua polaritasnya tidak memiliki kutub alias dalam pemasangannya boleh dibolak balik.
Terus, fungsinya dalam elektronika apa?
Nah.. pada umumnya kapasitor digunakan untuk menahan ripple pada rangkaian catu daya. Sesuai fungsinya kapasitor menyediakan muatan listrik yang dapat memeberikan efek aliran listrik secara singkat tergantung nilai kapasitansinya (Farad).
Oke coba kalian beli kapasitor ukuran 100uF (Kapasitor Polar) kemudian hubungkan secara paralel kapasitor tersebut dengan sebuah LED. Ingat samakan polaritasnya positif kapasitor ke postif LED begitu juga sebaliknya. Kemudian pasangkan batrai dan lepaskan. Lihat efek yang terjadi pada led.

Led tadi akan mati secara perlahan dan tidak akan mati secara tiba-tiba. Nah inilah fungsinya kapasitor. Lagipun beberapa sifat kapasitor lainnya seperti menuruskan arus AC dan memblokir arus DC jika kapasitor dipasang secara seri dalam aliran listrik.

Sekian postingan kali ini semoga bermanfaat! :) Nanti Insya Allah, saya akan memposting lebih dalam lagi mengenai kapasitor, seperti rumus, hitungan-hitungan, sifat-sifat, beragam jenis kapasitor, hingga mengukur nilai kapasitansi dan mengecek baik buruknya suatu kapasitor.

Friday, January 6, 2017

Pengertian Resistor dan Fungsinya Dalam Rangkaian Elektronika

Apasih Sih Resistor itu? Nah kali ini saya akan menjelaskan mengenai resistor. Jadi resistor merupakan komponen pasif elektronika yang berfungsi untuk menghambat arus listrik yang mengalir pada suatu rangkaian elektronika. Arus yang seperti apa? yaa jelas yang dimaksud adalah aliran listrik yang dihambat atau dikurangi.
resistor
Gambar 1. Resistor
Analoginya begini kita anggap ada aliran air disuatu sungai. Nah semulanya aliran air ini berjalan dengan kelajuan tetap nah pada saat yg bersamaan ada batu besar yang menghalangi aliran air tadi sehingga membuat aliran tersebut tersendat atau macet. Seperti itulah analogi sederhananya resistor.

Perlu diketahui ada dua rangkaian resistor yakni rangkaian seri dan rangkaian paralel.
Terus min apa bedanya?
Nah bedanya rangkaian seri resistor berfungsi untuk membagi tegangan dalam suatu rangkaian. Sedangkan rangkaian paralel resistor berfungsi sebagai pembagi arus dalam suatu rangkain. Untuk lebih mudah kita lihat rangkaian berikut ini:

Gambar 1: Resistor Seri

Gambar 2 : Resistor Paralel

Baik, Sekian sampai disini dulu nanti untuk postingan selanjutnya, akan saya update lagi. :) Insya Allah kedepan saya juga akan membahas jenis jenis resistor, kemudian rumus dan hitungannya, dan juga efeknya dalam suatu rangkaian elektronika. 


Rangkaian Amplifier 18 Watt IC LA4440