Semua layanan bukaelektro.com dipindahkan ke situs AIESIE
https://www.aiesie.com
(Aksi Ide Eksperimen Sains Ilmu Elektronika)

Saturday, July 22, 2017

Pengertian dan Fungsi Dioda Penyearah

Pengertian dan fungsi Dioda Penyearah | Dioda merupakan suatu komponen aktif elektronika yang tersusun dari bahan semikonduktor (bahan setengah penghantar) tipe P dan tipe N. Dioda sendiri terdiri dari 2 kaki yakni kaki anoda dan kaki katoda yang masing masing bisa digunakan sesuai kebutuhan dalam rangkaian. Pada dioda penyearah sendiri biasanya terbuat dari bahan silikon dan lebih sering digunakan sebagai penyearah dari arus AC ke DC ataupun bisa juga sebagai pengamanan polaritas terbalik.
gambar_dioda
Gambar 1. Dioda Penyearah
Kaki anoda pada dioda penyearah berfungsi untuk meneruskan sinyal atau tegangan positif ke katoda dioda dan menahan atau memblokir tegangan negatif yang masuk. Begitu juga kaki katoda yang berfungsi untuk meneruskan sinyal atau tegangan negatif ke katoda dioda dan menahan atau memblokir tegangan positif yang masuk.

Untuk menggunakan dioda penyearah ini, kita bisa pilih salah satu kaki dioda sebagai input dan satunya lagi sebagai output. Sebagai contoh, untuk merubah arus AC (bolak balik) ke DC (searah) Jika anda menempatkan kaki katoda sebagai input (terhubung ke arus AC), maka pada kaki anoda hanya akan terdeteksi tegangan negatif (-) dikarenakan katoda hanya meneruskan tegangan negatif dan memblokir tegangan positif yang dihasilkan arus AC. Begitu juga sebaliknya jika anda
menempatkan kaki anoda sebagai input maka pada kaki katoda akan terdeteksi tegangan positif saja.

Yang juga perlu diingat adalah tegangan kerja masing masing dioda penyearah yang bisa anda lihat di datasheet komponen tersebut. Jangan sampai tegangan yang digunakan melebihi batas kemampuan dioda yang digunakan, terlebih dalam membuat rangkaian pelipat tegangan atau setrum nyamuk menggunakan dioda dan kapasitor.

Penambahan kapasitor dalam pembuatan rangkaian penyearah ini sangat penting, selain untuk menaikan tegangan yang semulanya drop juga berfungsi untuk meminimalisir ripple yang terjadi, semakin besar kapasitansi kapasitor tersebut, maka akan semakin kecil juga ripple daya yang terjadi.
Jika anda ingin membuat rangkaian penyearah, maka akan saya berikan refrensi artikel yang bisa anda coba nantinya dirumah. Ada 2 artikel yang berkaitan yakni rangkaian catu daya tunggal dan rangkaian catu daya simetris yang bisa anda baca dan praktekan sendiri.

Tuesday, May 30, 2017

Cara Mengukur Baik Buruknya Kapasitor Dengan Multimeter

Mengetahui Baik Buruknya Kapasitor / Kondensator Menggunakan Multimeter | Kapasitor merupakan salah satu komponen pasif elektronika yang pada dasarnya berfungsi untuk menyimpan muatan sementara. Selain itu kapasitor bersifat meneruskan arus AC dan memblokir arus DC ketika dipasang secara seri pada suatu rangkaian elektronika.

Terdapat 2 tipe kapasitor, seperti yang kita ketahui ada yang namanya kapasitor variabel dan kapastor tetap. Kapasitor tetap juga terbagi dalam beberapa jenis seperti, electrolit capacitor (elco), kapasitor keramik, kapasitor kertas, kapasitor tantalum dan lain lain.  Sedangkan kapasitor variabel biasanya disebut dengan varco.
elco
Gambar 1. elco
Untuk mengetahui baik buruknya sebuah kapasitor dapat dilakukan dengan 2 cara, yakni dengan melihat fisiknya secara langsung dan juga melalui pengukuran menggunakan multimeter. Kapasitor jenis elco (electrolit capacitor) yang berbentuk seperti tabung, kerusakannya dapat dikenali dengan melihat fisiknya secara langsung. Biasanya elco yang rusak, bagian atasnya menggelembung atau pecah akibat short atau kelebihan tegangan. Namun tetap saja untuk memastikan apakah sebuah kapasitor dalam keadaaan baik atau tidak harus dilakukan pengukuran.

Perlu anda ketahui untuk kapasitor yang memiliki kapasitas yang kecil (antara 1pF-100nF) akan lebih sulit dalam melakukan pengukuran. Hal ini dikarenakan kapasitas muatan yang kecil pada kapasitor sulit dideteksi oleh multimeter, karna proses charge (pengisian) yang sangat cepat. Untuk itu, agar dapat melakukan pengukuran pada kapasitor yang memiliki kapasitas yang kecil, maka selektor ohm meter diarahkan ke yang paling besar (lebih baik jika ada selektor yang sampai X100K).

Pada saat melakukan pengukuran kapasitor, ada beberapa tahap yang harus anda perhatikan, yakni sebagai berikut:
  1. Siapkan sebuah kapasitor yang akan dites. Jika masih terpasang dipapan rangkaian harus dilepas salah satu atau kedua kakinya.
  2. Kemudian perhatikan nilai kapasitor jika nilai kapasitor besar (kira kira antara 100nF-2200uF) maka atur selektor ke ohm meter X1K. namun jika kepasitas kapasitor diatas 2200uF maka selektor diatur ke posisi yang lebih kecil agar mempercepat pengisian. Untuk kapasitor yang memiliki kapasitas dibawah 100nF(1pF-100nF) maka selektor diatur ke ohm meter X10K (Jika ada yang X100K lebih baik karena memudahkan pengukuran untuk kapasitas yang sangat kecil).
    Cara Mengukur Baik Buruknya Kapasitor Dengan Multimeter
    Gambar 2. Multimeter
  3. Disarankan kapasitor yang akan diukur mesti di short (disatukan) kedua kakinya, hal ini dilakukan untuk mengosongkan muatan kapasitor terlebih dahulu.
  4. Selanjutnya, jika selektor sudah ditentukan, maka hubungkan probe multimeter ke masing masing kaki kapasitor jika kapasitor tersebung jenis non polar. Namun jika jenisnya elco maka hubungkan probe merah multimeter ke kaki positif kapasitor, dan probe hitam ke kaki negatif kapasitor.
  5. Setelah probe terhubung ke masing masing kaki kapasitor maka perhatikan pergerakan jarum pada multimeter. Jika pada awalnya jarum bergerak keposisi tertentu kemudian balik lagi ke posisi awal, maka kapasitor dalam keadaan baik. Jika jarum bergerak namun tidak balik ke posisi awal atau jarum tidak bergerak sama sekali, maka kapasitor sudah rusak.
Nah itulah tahap tahap dalam menentukan baik buruknya sebuah kapasitor. Biasanya permasalahan yang sering dialami pada saat pengecekan kapasitor menggunakan multimeter yakni, sulitnya melakukan pengukuran untuk kapasitor yang berkapasitas sangat kecil (seperti piko) yang berjenis non polar. Namun tetap ketelitian pengguna dalam melakukan pengecekan merupakan hal yang lebih utama.

Monday, May 29, 2017

Cara Mengukur Hambatan Resistor Dengan Multimeter

Mengukur Hambatan Resistor Menggunakan Multimeter | Resistor merupakan suatu komponen pasif elektronika yang pada umumnya berfungsi menghambat arus listrik yang mengalir. Pada suatu rangkaian elektronika sudah lazim sekali kita lihat bahwa komponen ini selalu ada karena fungsinya yang sangat dibutuhkan. Untuk itu juga kita mesti mengetahui apakah nilai resistor yang terpasang tersebut sudah sesuai sebagaimana mestinya.

Untuk mengetahui nilai hambatan dari resistor dapat dilakukan dengan 2 cara, yakni dengan melihat langsung dari kode warna atau kode huruf dan juga dengan mengukur langsung menggunakan ohm meter atau multimeter. Namun khusus dipembahasan kali ini saya akan memberi tahu bagaimana mengukur nilai resistor menggunakan multimeter.
Gambar Multimeter
Gambar 1. Multimeter
Hal pertama yang anda mesti siapkan yakni alat ukurnya, bisa menggunakan multimeter ataupun ohm meter. Kemudian siapkan juga resistor yang akan diukur, pastikan juga jika resistor masih terpasang pada papan rangkaian, maka mesti dicabut salah satu atau kedua kakinya sebelum mengukur nilai hambatan resistor tersebut. Untuk lebih jelasnya lakukan langkah langkah berikut ini:
  1. Lihat nilai resistornya secara langsung untuk menentukan selektor ohm yang tepat. Jika nilai yang tertera antara 1-10 ohm atur selektor di X1 untuk memudahkan pengalian, jika nilai resistor antara 10-100 ohm atur selektor di X10, nilai resistor 100-1K ohm atur selektor di X100 dan seterusnya.
  2. Jika nilai resistor tidak diketahui maka disarankan selektor diatur ke yang paling besar, jika mengikuti gambar multimeter diatas bearti selektor diarahkan ke X10K. Dalam kasus ini kita anggap saja selektor berada pada X100
  3. Setelah selektor ditentukan, maka dimulai "adjustment" yakni pengaturan nol. Caranya hubungkan kedia probe multimeter yang merah dan yang hitam sampai jarum bergeraka, kemudian putar-putar hingga jarum display pas pada angka nol yang berada di paling kanan. (Lihat gamabar)
    Display multimeter
  4. Setelah adjustment dilakukan maka mulai tempatkan kedua probe multimeter ke masing masing kaki resistor dan perhatikan jarum menyimpan ke angka berapa. Yang mesti diingat anda harus teliti ketika membaca nilai pada penunjuk jarum multimeter. Pada kasus ini kita anggap saja jarum menunjuk ke angka 20.
  5. Maka selanjutnya kita kalikan dengan persamaan (Angka penunjuk jarum x selektor yang digunakan) yakni 20 x 100 maka hasilnya yakni 2000 ohm atau 2 Kilo ohm.
  6. Jika anda ingin melakukan pengukuran dengan resistor yang berbeda maka ulangi lagi langkah yang pertama, kuncinya jika anda memindahkan selektor maka anda harus melakukan adjustment ulang.
Pada pengkuran resistor diatas, sebenarnya yang mesti diperhatikan yakni ketelitian pengguna ketika membaca nilai yang ditunjukan jarum multimeter. Ada kalanya nilai yang ditunjukan tidak selalu tepat pada angka yang tertera, jadi anda perlu mengira-ngira berapa nilai sebenarnya yang ditunjukan oleh multimeter. Kemudian jika anda sudah mendapatkan nilainya maka tinggal dikalikan dengan selektor yang telah anda gunakan sebelumnya.



Sunday, May 28, 2017

Memahami Sistem Power Amplifier BTL (Bridge Transformer Less)

Pengertian Sistem Power Amplifier BTL (Bridge Transformator Less) | Seperti yang telah saya bahas sebelumnya mengenai sistem power amplifier yakni jenis OTL (Output TransformerLess), kemudian OCL (Output CapacitorLess), maka kali ini akan saya lanjutkan lagi membahas sistem power amplifier BTL (Bridge TransformerLess).

Power amplifier BTL merupakan suatu amplifier yang menggabungkan 2 buah amplifier sekaligus menggunakan sistem jembatan. Hal ini dilakukan untuk memperoleh sinyal amplitudo sebesar 2 kali lipat dari pada menggunakan satu buah power amplifier saja. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem power amplifier BTL ini hanya menggabungkan 2 buah amplifier agar daya yang dihasilkan menjadi 4 kali lipat akibat dari amplitudo yang dinaikan 2 kali lipat secara teoritis.

Pada amplifier BTL ini bekerja dengan prinsip rangkaian pembalik fasa. Namun pada rangkaian pembalik fasa ini tidak mengubah ataupun memperbesar bentuk sinyal input, melainkan hanya menggeser fasa sebesar 180 derajat sehingga sinyal yang dihasilkan oleh amplifier 2 merupakan kebalikan dari sinyal yang dihasilkan pada amplifier 1. Dengan catatan bahwa antara amplifier 1 dan amplifier 2 harus sama atau identik.
Baca Juga : Rangkaian Power Amplifier BTL TDA2030
Pada saat pemasangan loud speaker pada amplifier BTL, speaker harus dipasang pada output masing masing amplifier dan bukan dipasang terhadap ground. Selain itu juga yang harus dicatat bahwa, kedua amplifier harus berkerja aktif secara berlawanan. Untuk lebih jelasnya berikut ini saya sajikan contoh gambar amplifier BTL.
Amplifier BTL
Gambar 1. Power Amplifier BTL
Bisa anda lihat pada rangkaian diatas bahwa 2 buah IC digabung menjadi 1 agar amplitudo yang dihasilkan pada outputnya menjadi 2 kali lebih besar. Speaker dihubungkan pada masing masing output amplifier dan bukan dihubungkan ke ground, karena jika anda hubungkan salah satu pin speaker, suara yang dihasilkan akan lebih kecil.

Untuk menggabungkan 2 buah IC menjadi satu dapat dilakukan dengan cara menghubungkan input (+) amplifier 1 dengan input (-) amplifier 2 kemudian input (-) ampifier 1 dihubungkan dengan input (+) amplifier 2. Kemudian speaker dihubungkan pada masing masing output amplifier, maka jadilah dia sistem power amplifier jembatan atau biasa disebut dengan BTL.

Permasalahan umum yang biasa didapatkan ketika menggunakan amplifier BTL ini yakni masalah panas yang berlebih pada masing masing IC. Dimana untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dipasang pendingin/heatsink yang cukup besar pada masing masing IC untuk menghindari IC terbakar/hangus.



Rangkaian Amplifier 18 Watt IC LA4440