Semua layanan bukaelektro.com dipindahkan ke situs AIESIE
https://www.aiesie.com
(Aksi Ide Eksperimen Sains Ilmu Elektronika)
Showing posts with label Amplifier. Show all posts
Showing posts with label Amplifier. Show all posts

Sunday, May 28, 2017

Memahami Sistem Power Amplifier BTL (Bridge Transformer Less)

Pengertian Sistem Power Amplifier BTL (Bridge Transformator Less) | Seperti yang telah saya bahas sebelumnya mengenai sistem power amplifier yakni jenis OTL (Output TransformerLess), kemudian OCL (Output CapacitorLess), maka kali ini akan saya lanjutkan lagi membahas sistem power amplifier BTL (Bridge TransformerLess).

Power amplifier BTL merupakan suatu amplifier yang menggabungkan 2 buah amplifier sekaligus menggunakan sistem jembatan. Hal ini dilakukan untuk memperoleh sinyal amplitudo sebesar 2 kali lipat dari pada menggunakan satu buah power amplifier saja. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem power amplifier BTL ini hanya menggabungkan 2 buah amplifier agar daya yang dihasilkan menjadi 4 kali lipat akibat dari amplitudo yang dinaikan 2 kali lipat secara teoritis.

Pada amplifier BTL ini bekerja dengan prinsip rangkaian pembalik fasa. Namun pada rangkaian pembalik fasa ini tidak mengubah ataupun memperbesar bentuk sinyal input, melainkan hanya menggeser fasa sebesar 180 derajat sehingga sinyal yang dihasilkan oleh amplifier 2 merupakan kebalikan dari sinyal yang dihasilkan pada amplifier 1. Dengan catatan bahwa antara amplifier 1 dan amplifier 2 harus sama atau identik.
Baca Juga : Rangkaian Power Amplifier BTL TDA2030
Pada saat pemasangan loud speaker pada amplifier BTL, speaker harus dipasang pada output masing masing amplifier dan bukan dipasang terhadap ground. Selain itu juga yang harus dicatat bahwa, kedua amplifier harus berkerja aktif secara berlawanan. Untuk lebih jelasnya berikut ini saya sajikan contoh gambar amplifier BTL.
Amplifier BTL
Gambar 1. Power Amplifier BTL
Bisa anda lihat pada rangkaian diatas bahwa 2 buah IC digabung menjadi 1 agar amplitudo yang dihasilkan pada outputnya menjadi 2 kali lebih besar. Speaker dihubungkan pada masing masing output amplifier dan bukan dihubungkan ke ground, karena jika anda hubungkan salah satu pin speaker, suara yang dihasilkan akan lebih kecil.

Untuk menggabungkan 2 buah IC menjadi satu dapat dilakukan dengan cara menghubungkan input (+) amplifier 1 dengan input (-) amplifier 2 kemudian input (-) ampifier 1 dihubungkan dengan input (+) amplifier 2. Kemudian speaker dihubungkan pada masing masing output amplifier, maka jadilah dia sistem power amplifier jembatan atau biasa disebut dengan BTL.

Permasalahan umum yang biasa didapatkan ketika menggunakan amplifier BTL ini yakni masalah panas yang berlebih pada masing masing IC. Dimana untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dipasang pendingin/heatsink yang cukup besar pada masing masing IC untuk menghindari IC terbakar/hangus.



Friday, May 26, 2017

Mempelajari Sistem Power Amplifier OCL (Output Capacitor Less)

Mengenal Sistem Power Amplifier OCL | Setelah kemarin saya telah memposting tentang sistem power amplifier OTL, maka kali ini akan saya lanjutkan lagi dengan membahas sistem power amplifier OCL. Power Amplifier OCL merupakan singkatan dari Output Capacitor Less, buat teman teman SMK teknik audio video mungkin tidak asing lagi dengan istilah tersebut.

Sistem power amplifier OCL tentunya berbeda dengan sistem OTL. Pada power amplifier OCL lebih sering digunakan untuk daya amplitudo yang besar sehingga suara yang dihasilkanpun cukup keras. Karena daya amplitudo yang digunakan besar, maka biasanya pada power amplifier OCL ini dipasangkan catu daya atau power supply tegangan simetris V(+), V(-) dan Ground (0) yang memang lebih aman ketika output dikeluarkan ke speaker.
Ciri khas lainnya pada sistem power amplifier OCL ini adalah terdapat pada output speakernya (beban keluaran). Dimana salah satu ujung speaker terhubung dengan jalur CT atau yang biasa disebut dengan Ground (0). Untuk lebih jelasnya lagi saya akan berikan contoh power amplifier OCL berikut ini:
Amplifier OCL
Gambar 1. Contoh Rangkaian Amplifier OCL
Sumber : https://psmk.kemdikbud.go.id/
Jika kita perhatikan skematik diatas, terdapat 2 buah transistor penguat akhir yang berdaya cukup besar yakni transistor jengkol 2955 dan 3055. Jadi wajar saja suara yang dihasilkan pada power amplifier OCL ini cukup besar dan ngebass, karena saya sendiri sudah pernah membuat rangkaian diatas.

Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, power amplifier OCL ini menggunakan tegangan simetris, namun khusus pada rangkaian diatas tegangan yang digunakan berkisar pada 30-42 Volt DC pada masing masing input tegangan.

Namun pada power amplifier OCL diatas juga memiliki kelemahan, yakni apabila terjadi short circuit pada papan rangkaian atau pada komponen, maka output beban yakni speaker sebagai pengeras suara kemungkinan akan langsung rusak. Jadi bagi anda yang tertarik membuat rangkaian diatas silahkan dicoba saja.


Thursday, May 25, 2017

Mengenal Sistem Power Amplifier OTL (Output Transformator Less)

Apa itu sistem power amplifier OTL dan apa juga contoh rangkaiannya? | Pada suatu rangkaian penguat suara yang biasa disebut dengan Amplifier, kita akan mengenal beberapa istilah amplifier seperti BTL, OTL dan OCL. Namun khusus peda pembahasan kali ini kita hanya akan membahas tentang sistem power amplifier OTL.

OTL sendiri merupakan singkatan dari Output Transformator Less. Pada power amplifier ini, jika dibandingkan dengan power amplifier lainnya seperti jenis OCL atau Output Capacitor Less dan BTL atau Bridge-Tied Load yang membedakannya hanyalah daya penggunaannya yakni tidak lebih dari 100 watt. Namun walaupun dayanya relatif kecil, power amplifier OTL ini lebih sering digunakan pada perangkat elektronik seperti televisi, radio, handphone, laptop dan lainnya.

Pada power amplifier OTL ini, hal yang menjadi ciri khasnya yakni terdapat pada jenis catu dayanya (Power Supply). Amplifier OTL ini menggunakan tegangan non simetris yakni kutub (+) dan (-) pada batrai, atau V(+) dan (0) pada sebuah adaptor. Ciri khas lainnya pada sistem power amplifier OTL ini terdapat pada ukuran kapasitor yang berada pada bagian output speakernya yang berkapasitas cukup besar dan biasanya diatas 1000uF. Kapasitor yang digunakan sendiri merupakan kapasitor jenis elco yang memiliki 2 buah kutub yakni (+) dan (-).
Baca Juga : Rangkaian Power Amplifier BTL TDA 2030
Tujuan pemberian nilai kapasitor pada bagian output itu sendiri yakni untuk menekan tegangan DC yang masuk ke speaker, karena salah satu sifat dari kapasitor yakni memblokir arus DC dan meneruskan arus AC. jika tegangan DC tembus dan masuk ke speaker akan menyebabkan lilitan kawat email (spull) pada speaker akan cepat panas dan akhirnya rusak akibat terbakar. Untuk lebih jelas lihat contoh skema rangkaian power amplifier OTL berikut ini:
Amplifier OTL
Gambar 1. Power Amplifier OTL
Sumber : https://psmk.kemdikbud.go.id/
Seperti yang telah saya katakan sebelumnya bahwa memang sistem power amplifier ini menggunkan tegangan non simetris, namun untuk rangkaian diatas tegangan yang digunakan terbilang cukup besar yakni antar 45 volt hingga 50 volt DC. Selain itu, ciri khas lainnya terdapat capasitor dengan kapasitas yang cukup besar dibagian outputnya yakni sebesar 2200 uF untuk menekan tegangan DC masuk ke speaker.

Sunday, February 5, 2017

Rangkaian Power Amplifier BTL TDA2030

Membuat Rangkaian Amplifier TDA 2030 Bridge. Rangkaian amplifier BTL TDA2030 ini, merupakan rangkaian amplifier dengan menggabungkan 2 buah power amplifier sekali gus. Caranya adalah dengan melakukan bridge atau menghubungkan input (+) amplifier 1 ke input (-) amplifier 2 dan juga input (-) amplifier 1 ke input positif (+) 2.

BTL sendiri merupakan singkatan dari Bridge-Tied Load. Rangkaian Power Amplifier BTL ini menggunakan IC TDA2030 yang memiliki daya yg cukup besar, sehingga mesti dipasangkan heatsink atau pendingin yang besar pula. Berikut rangkaian Power Amplifier BTL TDA2030.
Rangkaian Amplifier BTL TDA 2030
Rangkaian Amplifier BTL TDA 2030
Rangkaian Power Amplifier BTL TDA2030 ini menggunakan supply tegangan +15 volt - 0 - -15 volt DC, sehingga trafo yang digunakan adalah trafo CT. Untuk arusnya sendiri, saya gunakan trafo yang 5 ampere, untuk itu dioda catu dayanya gunakan yang 5 ampere.

Rangkaian Amplifier ini menggunakan 2 buah power yang digabungkan dengan sistem bridge (jembatan). Sehingga, jika salah satu power mengalami kesalahan atau kerusakan, maka suara yang dihasilkan tidak normal. Sebenarnya rangkaian ini, bisa digunakan hanya dengan menggunakan 1 buah IC saja, dengan cara, salah satu output speaker langsung dihubungkan ke ground.
Baca Juga : Rangkaian Sensor Ketinggian Pompa Air Otomatis
Dari hasil percobaan saya dalam membuat Rangkaian Power Amplifier BTL TDA2030 ini, suara yang dihasilkan cukup besar, hal ini terjadi karena sinyal amplitudo yang masuk ke speaker 2 kali lebih besar secara teoritis. Hal yang perlu diingat juga, loudspeaker harus dihubungkan ke masing-masing amplifier dan bukan terhadap ground. Kecuali anda ingin memodifikasinya menjadi stereo.

Rangkaian Power Amplifier BTL ini seperti yang saya katakan sebelumnya, menggunakan IC TDA2030 yang memiliki daya cukup besar. Pada saat anda menyalakan rangkaian ini, jangan heran kalau panas yang dihasilkan oleh IC TDA2030 ini sangat panas, untuk itu gunakanlah heatsink yang besar juga untuk mengantisipasi terjadinya overheat pada IC.
Layout Power Amplifier BTL TDA2030
Layout Power Amplifier BTL TDA2030 
Gambar diatas merupakan layout jadi dari rangkaian amplifier BTL ini. Saya sendiri membuatnya menggunakan PCB fiber kemudian disablon menggunakan setrika dari plastik mika. Layout Amplifier BTL diatas hanya berukuran sebesar 9 x 6,7 cm. 

Bagi anda yang ingin pdf dari layout rangkaian amplifier btl tda2030 diatas, saya sudah menyiapkan link downloadnya dengan cara klik disini. Perhatkan juga layout pdf yang saya beri ini sedikit berbeda, Anda tidak perlu memasang komponen R1, dan anda juga mesti memutar komponen C3 karena C3-nya terbalik.

Monday, January 30, 2017

Membuat Rangkaian Amplifier IC TDA2030 Beserta Layout

Membuat Rangkaian Amplifier IC TDA2030 + Layout Terbaru | Jika sudah mendengar tentang rangkaian amplifier, tentu akan sangat luas sekali modelnya. Salah satunya menggunakan IC TDA2030 yang akan kita bahas kali ini. Mungkin bagi anda yang saat ini sedang berada dikelas 12 SMK teknologi tahun 2017, khususnya jurusan TAV atau elektronika mungkin sudah tau rangkaian ini.

Rangkaian amplifier ini tentunya menggunakan 2 buah IC TDA2030 sebagai komponen utama. Rangkaian amplifier TDA2030 inipun berjenis mono, yang artinya hanya menggunakan satu buah speaker. Jika anda ingin membuatnya stereo, maka anda hanya perlu menggandakan rangkaiannya saja dan mengatur input masukan audionya. Berikut ini rangkain amplifier TDA2030.
Rangkaian Amplifier BTL TDA 2030
Rangkaian Amplifier BTL TDA 2030
Rangkaian diatas dilengkapi dengan potensiometer berukuran 50K ohm untuk mengatur volumenya, tapi pada rangkaian sebenarnya tidak menggunakan potensiometer sama sekali. Tegangan kerja untuk rangkaian ini sebesar +15Volt DC - 0 - -15Volt DC, yang artinya trafo atau input tegangan yang digunakan berasal dari trafo (Saya sarankan 2 Ampere).
Baca Juga : Rangkaian Charger (Isi Ulang) Baterai 12 Volt
Rangkaian diatas sebenarnya juga tidak terlalu rumit, karena komponen yang digunakan hanya sedikit dan mudah untuk didapatkan. Sedangkan khusus untuk IC TDA2030 sendiri, kaki IC-nya berbentu zig-zag. Artinya yang didepan ada 3 kaki, dan yang dibelakang ada 2 kaki sehingga total kakinya ada 5.

Rangkaian Amplifier TDA 2030 ini sudah saya rancang sendiri menggunakan software cadsoft eagle 7.2.0. Sehingga didapatkan ukuran PCB yang hanya kira-kira 8,5cm x 6,5 cm. Pada papan pcb juga dilengkapi dengan catu daya yang sudah terpasang kapasitor 1000uF 25Volt, sehingga tidak diperlukan rangkaian catu daya yang terpisah. Berikut gambar tata letak dan penjaluran yang telah saya rancang.
Tata Letak + Penjaluran Amplifier TDA2030
Gambar 2. Tata Letak + Layout Amplifier TDA2030
Jika anda perhatikan rangkaian diatas, kaki sebelah kiri potensiometer dihubungkan ke ground. Hal ini dilakukan agar pada saat memutar volume tidak terbalik posisinya. Potensiometer-pun diletakan dipapan paling depan agar mudah untuk diputar. Selain itu 2 buah IC TDA 2030-pun ditaruh diposisi yang paling belakang, sehingga memudahkan dalam pemasangan heatsink atau pendingin.

Rangkaian diatas bisa anda manfaatkan untuk ampli rumahan berdaya kecil atau hanya untuk memutar musik dimobil. Rangkaian amplifier TDA2030 ini bisa anda buat sendiri dirumah, baik menggunakan software maupun secara manual menggunakan spidol. Jadi sekian postingan mengenai rangkaian amplifier TDA2030 ini, semoga bermanfaat, dan selamat mencoba!

Catatan, jika menemukan nilai komponen resistor sebesar 2K2 maka diganti dengan nilai 22K, karena sebenarnya resistor 2K2 itu tidak ada pada rangkaian tersebut. Jika masih menemukan masalah pada saat pembuatan rangkaian ini, bisa hubungi admin di contact us, terimakasih!

Monday, January 9, 2017

Rangkaian Amplifier OCL 150 Watt Beserta Layout

Cara Membuat Amplifier OCL 150 Watt Beserta Layout Design | Hehe, kali ini saya akan membahas mengenai ampli lagi, karna sebelumnya saya telah menulis Rangkaian Amplifier 18 Watt IC LA4440 Lengkap. Silahkan baca saja bagi yang mau baca. Rangkaian ini telah diujicobakan oleh saya sendiri, dan hasilnya berhasil 100% jika anda teliti membuatnya.
Ampli
Gambar 1. Amplifier
Oke jadi amplifier OCL atau osilator ini merupakan amplifier yang bunyinya sangat besar den jelas (ngebass). Saya sendiri sudah pernah membuatnya dan berhasil, ketika itu saya membuatnya dengan bantuan komputer pakek software eagle. Sebenarnya banyak versi mengenai rangkaian Amplifier OCL ini, tetapi secara prinsip sama saja mungkin hanya beda beberapa komponen.

Ragkaian OCL 150 W
Gambar 2. 2 Skema Rangkaian OCL
Nah.. Gambar diatas adalah contoh rangkaian OCL 150 Watt yang beredar diinternet. Sebenarnya rangkaian tersebut tidak stereo melainkan mono, hanya saja bagi yang sudah mengerti tentang ampli, akan sangat mudah sekali menjadikannya stereo. Oke gambar berikut ini adalah skema rangkaian, versi yang telah saya buat. Sebenarnya kurang lebih sih...
OCL 150 Watt
Gambar 3. OCL 150 Watt
Oke jadi itulah skema rangkaian amplifier OCL versi yang telah saya buat. jika kita lihat rangkaian ini menggunakan transistor jengkol yang besar itu, dan dilengkapi dengan resistor keramik sebesar 0,5 ohm 5 Watt. Tentunya jika anda akan membuatnya pastikan transistor jengkol itu harus dipasang heatsink, untuk meminimalisir panas yang terjadi.

Hal yang perlu diingat lainnya adalah catu daya tegangan. Memang rangkaian diatas tidak dilengkapi dengan regulator, alias regulatornya dibuat terpisah. Untuk tegangannya sendiri menggunakan tegangan DC 12-0-12 Volt. Perhatikan saja posisi input tegangannya.

Untuk menjadikannya rangkaian stereo tentu anda mungkin sudah tau. Yakni tinggal ditambah saja rangkaiannya menjadi dua, dan posisi ground sama-sama disambungkan saja. Untuk tegangannya sendiri tetap. Saya sarankan, ketika anda ingin membuatnya, buatlah secara stereo, jangan mono. Nanti kalau mutar lagu karoke hanya sebelah musik yg keluar tanpa vokal.

Tata Letak+Layout Amplifier OCL 150 Watt
Gambar 4. Tata Letak+Layout Amplifier OCL 150 Watt
Oke baik, sekian postingan kali ini mengenai rangkaian amplifier OCL 150 Watt beserta desain layoutnya. Semoga bermanfaat! dan dapat dimengerti dengan mudah. Jika memiliki pertanyaan atau saran dan kritiknya, silahkan tulis di kolom komentar atau cotact us.

Status:
Berhasil diujicoba

Rangkaian Amplifier 18 Watt IC LA4440