Semua layanan bukaelektro.com dipindahkan ke situs AIESIE
https://www.aiesie.com
(Aksi Ide Eksperimen Sains Ilmu Elektronika)

Thursday, February 9, 2017

Rangkaian Power Supply Variabel Sederhana IC LM317

Membuat Rangkaian Power Supply Variabel LM317 | Power supply atau yang biasa juga disebut catu daya, merupakan suatu rangkaian yang menyediakan supply tegangan untuk megaktifkan rangkaian elektronik atau perangkat listrik. Power supply sendiri biasa terdiri dari rangkaian penyearah dan komponen kapasitor untuk menekan ripple dari keluaran penyearah.

Pada rangkaian yang lebih sederhana, power supply atau catu daya hanya terdiri dari 4 dioda penyearah atau dioda bridge dan satu kapasitor untuk catu daya tunggal (untuk trafo non CT) atau 2 kapasitor untuk catu daya simetris (untuk trafo CT). Dan yang pasti besarnya tegangan output bergantung dari tegangan input. Namun untuk rangkaian yang satu ini, saya akan membahas power supply variabel saja, artinya nilainya bisa bisa diubah.
Power Supply Variabel LM317
Gambar 1. Rangkaian Power Supply Variabel LM317
Pada rangkaian power supply variabel IC LM317 diatas, sebenarnya trafo yang digunakan adalah yang berjenis CT (Center Tap). Hanya saja, pada bagian ct-nya tidak digunakan tetapi hanya AC1 dan AC2 yang masing-masing bertegangan 9 Volt.

IC LM317 pada rangkaian diatas merupakan IC regulator variabel untuk tegangan postif. Pada rangkaian diatas juga terdapat potensiometer untuk mengatur tegangan output pada rangkaian power supply variabel diatas. Rangkaian ini dapat mengatut tegangan keluaran antara 1,25 volt DC hingga 20 Volt DC.
Gambar Project Power Supply Variabel
Gambar 2. Gambar Project Power Supply Variabel LM317
Nah, gambar diatas adalah hasil kerja saya dalam membuat rangkaian power supply variabel diatas. Jika anda perhatikan, saya mengganti nilai dari kapasitor C1 yang semula bernilai 1000uF menjadi 4700uF, agar muatan yang disimpan kapasitor lebih besar sehingga dapat menekan ripple dengan lebih baik.

Untuk IC LM317 sendiri, saya sarankan anda menggunakan heatsink sebagai pendinginnya untuk mencegah terjadinya overheat atau panas yang berlebihan. Dan juga jangan lupa untuk memasang fuse di output rangkaiannya untuk mencegah terjadinya konsleting yang bisa menyebabkan rangkaiannya rusak.
Baca Juga : Pengertian dan Fungsi Relay Dalam Elektronika
Rangkaian diatas juga telah berhasil saya ujicobakan, dan berkerja dengan sangat baik. Untuk trafonya sendiri saya gunakan trafo yang 1 ampere dan dioda 2 ampere. Rangkaian power supply ini biasa saya gunakan untuk ujicoba rangkaian yang saya buat, karena tegangan keluaran dari rangkaian ini dapat diatur sesuai kebutuhan.

Tuesday, February 7, 2017

Rangkaian Saklar Dengan Sensor Cahaya IC 555

Membuat Saklar Dengan Sensor Cahaya | Saklar sensor cahaya ini menggunakan LDR sebagai komponen pendeteksi cahaya. Resistansi pada LDR akan berubah-ubah tergantung dari intensitas cahaya yang mengenainya. Jika intensitas cahaya yang mengenai LDR semakin kecil maka tahanan LDR akan semakin besar, dan jika cahaya yang mengenai LDR besar, maka tahanan pada LDR akan mengecil.

Rangkaian saklar sensor cahaya ini, juga menggunakan IC 555 sebagai pengendali rangkaiannya. Pada rangkaian ini IC 555 akan berkerja untuk mengaktifkan relay, sehingga dapat mengendalikan beban yang lebih besar seperti lampu rumah yang memerlukan sumber tegangan PLN. Berikut ini, skema rangkaian saklar dengan sensor cahaya.
Rangkaian Saklar Sensor Cahaya
Gambar 1. Rangkaian Saklar Sensor Cahaya
Membuat Saklar Dengan Sensor Cahaya | Saklar sensor cahaya ini menggunakan LDR sebagai komponen pendeteksi cahaya. Resistansi pada LDR akan berubah-ubah tergantung dari intensitas cahaya yang mengenainya. Jika intensitas cahaya yang mengenai LDR semakin kecil maka tahanan LDR akan semakin besar, dan jika cahaya yang mengenai LDR besar, maka tahanan pada LDR akan mengecil.

Rangkaian saklar sensor cahaya ini, juga menggunakan IC 555 sebagai pengendali rangkaiannya. Pada rangkaian ini IC 555 akan berkerja untuk mengaktifkan relay, sehingga dapat mengendalikan beban yang lebih besar seperti lampu rumah yang memerlukan sumber tegangan PLN. Berikut ini, skema rangkaian saklar dengan sensor cahaya.
R2 pada rangkaian diatas berfungsi sebagai fit-back, sehingga nilai dari R2 sangat besar yakni 1M ohm. Pada rangkaian diatas, memang tidak digunakan pin 7 (discharge) yang kemudian akan terhubung ke kapasitor sehingga fungsi timer ditiadakan. Hal ini lah yang memnyebabkan output dari IC555 statis, dan bergantung dari LDR.

Rangkaian saklar sensor cahaya ini, sudah saya ujicobakan dan buat hingga 3 kali, jadi anda tidak perlu khawatir jika seandainya rangkaian ini tidak aktif atau tidak berkerja, asalkan anda sendiri tidak salah dalam menyusun komponen sesuai dengan skema rangkaian diatas.

Output relay pada rangkaian ini ada 2, kedua output tersebut akan saling hubung jika relay diberi tegangan kerja yang sesuai sehingga perannya seperti saklar, hanya saja yang ini saklarnya otomatis dan dikendalikan oleh komponen yang bernama LDR itu sendiri.

Dalam pembuatan rangkaian ini, usahakan buat pada papan PCB yang sekecil mungkin karena komponen yang digunakan sangat sedikit dan mudah untuk didapatkan. Usahakan juga untuk penempatan komponen LDR ditaruh dibagian paling luar dan tidak terlindung oleh benda yang bisa menutupi cahaya.

Monday, February 6, 2017

Pengertian dan Fungsi Setiap Pin IC 555

Pengertian dan Fungsi Setiap Kaki IC 555 | IC 555 atau biasa disebut pewaktu 555 merupakan sebuah sirkuit atau rangkaian terpadu yang digunakan untuk menghasilkan pewaktuan, gelombang kotak atau multivibrator (sinyal penggetar). IC ini didesain oleh Hans R. Camenzind pada tahun 1970 dan baru diperkenalkan setelah setahun kemudian yakni 1971 oleh Signetics.

Nama asli dari IC ini adalah SE555 atau NE555 dan dijuluki sebagai "The IC Time Machine" yang artinya IC mesin pewaktuan. Nama 555 diambil dari komponen penyusunnya yang didalamnya terdapat 3 resistor 5K ohm yang disusun secara seri pada sirkuit awal.

IC ini masih digunakan secara luas dikarenakan kemudahannya, kemurahannya, dan tingkat stabilitasnya yang baik. Hingga pada tahun 2008, diperkirakan 1 juta unit diproduksi setiap tahun. IC ini dalam komponen penyusunnya biasanya terdiri dari 15 resistor, 2 diode, 20 transistor dalam satu kemasan silikon yang terdiri dari 8 kaki.
Gambar 1. IC555
Gambar diatas merupakan konfiurasi dari IC 555 pada setiap pin atau kakinya. Kita bisa lihat bahwa IC ini terdiri atas 8 buah pin, 4 pin dikiri dan 4 pin dikanan. Kaki 1 ditandai dengan tanda setengah lingkaran pada ic dan disebelah kirinya. Sedangkan untuk kaki GND berada di pin 1 dan kaki VCC berada pada pin 8 IC 555 ini.
Gambar 2. Blok Diagram IC 555
Blok diagram IC 555 ini sesuai dengan gambar diatas, dimana kita lihat terdapat 2 buah komponen komperator tegangan (pembanding tegangan), rangkaian flip-flop, resistor dan lain-lain. Masing-masing blok memiliki fungsinya masing masing, sehingga rangkaian ini dapat berkerja sedemikian rupa. Berikut ini, saya akan sajikan juga komponen penyusun dari IC555 ini.
Gambar 3. Rangkaian Penyusun IC 555
Pada gambar diatas terdapat puluhan transistor yang digunakan, agar rangkaian ini berkerja. Sekilas fungsinya memang sangat sederhana ic 555 ini, tapi komponen penyusunnya sangat banyak sekali, yaa saya tidak bisa menjelaskan detail mengenai peran setiap komponen, karena jujur, saya sendiri terkejut ketika melihat komponen penyusun IC 555 yang sangat banyak ini.

Penjelasan beserta gambar diatas, saya dapatkan dari datasheet komponen IC555, jika anda ingin mendalami salah satu komponen aktif ini, anda bisa mendownload saja datasheet komponen IC555. Nah... selanjutnya kita akan bahas fungsi setiap pin IC555.

Fungsi Setiap Kaki IC 555:

  1. GND, Ground (0Volt) 
  2. TR, Trigger berfungsi sebagai pemantik atau penyulut agar pewaktuan berkerja
  3. Out, Output IC555 jadi selama dalam pewaktuan maka keluaran berada pada +VCC
  4. Reset, berfungsi menyela atau menghentikan interval pewaktuan jika diberi pula 0 volt
  5. CV, Control Voltage berfungsi sebagai pembagi tegangan sebesar 2/3 VCC
  6. Threshold, berfungsi untuk menentukan akhir pewaktuan ( pewaktuan berakhir jika Vthr dibawah 2/3 VCC)
  7. Discharge, bisanya disambungkan ke kapasitor dan berfungsi untuk pengosongan kapasitor. Selama pembuangan kapasitor menentukan interval pewaktuan
  8. V+, supply tegangan postif untuk IC555 antara 3Volt - 15Volt DC
Mungkin, anda masih bingung apa itu pewaktuan, pewaktuan sendiri merupakan lamanya tegangan output pada saat bertegangan positif (+) atau berlogika tinggi. Jadi dengan mengetahui fungsi IC555 diatas anda diharapkan dapat membuat beraneka ragam rangkaian dari IC555 ini.

IC 555 dapat digunakan untuk membuat timer waktu mundur, gelombang kotak, rangkaian mostabel, rangkaian multivibrator, rangkaian sensor dan masih banyak lagi. Untuk harga dari IC 555 ini sendiri berkisar antar 2000 hingga 5000 rupiah dan sangat mudah didapatkan ditoko elektronik.


Sunday, February 5, 2017

Rangkaian Power Amplifier BTL TDA2030

Membuat Rangkaian Amplifier TDA 2030 Bridge. Rangkaian amplifier BTL TDA2030 ini, merupakan rangkaian amplifier dengan menggabungkan 2 buah power amplifier sekali gus. Caranya adalah dengan melakukan bridge atau menghubungkan input (+) amplifier 1 ke input (-) amplifier 2 dan juga input (-) amplifier 1 ke input positif (+) 2.

BTL sendiri merupakan singkatan dari Bridge-Tied Load. Rangkaian Power Amplifier BTL ini menggunakan IC TDA2030 yang memiliki daya yg cukup besar, sehingga mesti dipasangkan heatsink atau pendingin yang besar pula. Berikut rangkaian Power Amplifier BTL TDA2030.
Rangkaian Amplifier BTL TDA 2030
Rangkaian Amplifier BTL TDA 2030
Rangkaian Power Amplifier BTL TDA2030 ini menggunakan supply tegangan +15 volt - 0 - -15 volt DC, sehingga trafo yang digunakan adalah trafo CT. Untuk arusnya sendiri, saya gunakan trafo yang 5 ampere, untuk itu dioda catu dayanya gunakan yang 5 ampere.

Rangkaian Amplifier ini menggunakan 2 buah power yang digabungkan dengan sistem bridge (jembatan). Sehingga, jika salah satu power mengalami kesalahan atau kerusakan, maka suara yang dihasilkan tidak normal. Sebenarnya rangkaian ini, bisa digunakan hanya dengan menggunakan 1 buah IC saja, dengan cara, salah satu output speaker langsung dihubungkan ke ground.
Baca Juga : Rangkaian Sensor Ketinggian Pompa Air Otomatis
Dari hasil percobaan saya dalam membuat Rangkaian Power Amplifier BTL TDA2030 ini, suara yang dihasilkan cukup besar, hal ini terjadi karena sinyal amplitudo yang masuk ke speaker 2 kali lebih besar secara teoritis. Hal yang perlu diingat juga, loudspeaker harus dihubungkan ke masing-masing amplifier dan bukan terhadap ground. Kecuali anda ingin memodifikasinya menjadi stereo.

Rangkaian Power Amplifier BTL ini seperti yang saya katakan sebelumnya, menggunakan IC TDA2030 yang memiliki daya cukup besar. Pada saat anda menyalakan rangkaian ini, jangan heran kalau panas yang dihasilkan oleh IC TDA2030 ini sangat panas, untuk itu gunakanlah heatsink yang besar juga untuk mengantisipasi terjadinya overheat pada IC.
Layout Power Amplifier BTL TDA2030
Layout Power Amplifier BTL TDA2030 
Gambar diatas merupakan layout jadi dari rangkaian amplifier BTL ini. Saya sendiri membuatnya menggunakan PCB fiber kemudian disablon menggunakan setrika dari plastik mika. Layout Amplifier BTL diatas hanya berukuran sebesar 9 x 6,7 cm. 

Bagi anda yang ingin pdf dari layout rangkaian amplifier btl tda2030 diatas, saya sudah menyiapkan link downloadnya dengan cara klik disini. Perhatkan juga layout pdf yang saya beri ini sedikit berbeda, Anda tidak perlu memasang komponen R1, dan anda juga mesti memutar komponen C3 karena C3-nya terbalik.

Rangkaian Amplifier 18 Watt IC LA4440