Semua layanan bukaelektro.com dipindahkan ke situs AIESIE
https://www.aiesie.com
(Aksi Ide Eksperimen Sains Ilmu Elektronika)

Tuesday, January 31, 2017

Pengertian dan Fungsi Relay Dalam Elektronika

Penjelasan dan Fungsi Relay | Relay merupakan suatu komponen elektronika yang dapat memutuskan dan menyambungkan aliran listrik secara elektromagnetis sehingga lebih sering disebut dengan saklar elektronik. Relay biasa digunakan untuk membuat rangkaian sensor seperti sensor suara, sensor gerak, sensor cahaya, sensor sentuh, sensor tepuk dan lain sebagainya.

Relay biasa digunakan untuk mengendalikan perangkat listrik yang lebih besar dan hanya memerlukan tegangan yang lebih kecil untuk mengaktifkan relaynya. Sebenarnya untuk setiap relay memiliki tegangan kerja yang berbeda-beda, tergantung dari jenis dan tipe relaynya. Berikut gambar dari simbol relaynya.
simbol relay
Sumber : Phidgets
Gambar diatas adalah skema dari relay. Nah jadi relay sebenarnya berperan sebagai saklar otomatis, yang dapat mengendalikan perangkat listrik lain. Contohnya, jika pada bagian 2 kaki lilitan yang berfungsi sebagai input tegangan relay diberi arus listrik, maka akan terjadi induksi dan mengakibatkan efek medan magnet, sehingga arah sambungan dari common relay berubah.

Perlu diperhatikan juga, bahwa pada relay ada yang dikenal dengan Common, NC dan NO. Common adalah titik tengah dimana perangkat listrik akan disambungkan. Sedangkan NC merupakan singkatan Normally Close, yang artinya pada saat kondisi normal posisi saklar tersabung (rangkaian tertutup). Dan NO (Normally Open) posisi saklar akan terlepas (rangkaian terbuka) pada kondisi normal.

Jadi relay ini sanagt berperan luas sekali dalam suatu pembuatan rangkaian elektronika. Karena fungsi yang bisa sebagai saklar otomatis. Relay juga ada yang banyak jenis, contoh gambar diatas adalah relay tunggal (SPST) dan relay ganda (DPDT).

Postingan ini merupakan seri dari label komponen elektronika yang nantinya akan saya bahas lagi yang lainnya. Sebenarnya hari saya akan memposting mengenai skema rangkaian lagi, cuman karena waktu sudah terlalu malam (saat ini jam 22.00) maka saya akan membahas hal yang ringan ringan saja.

Baik semoga postingan mengenai komponen elektronika yakni relay diatas bermanfaat dan mudah dimengeri. Harap maklum saja jika penjelasannya terlalu bertele-tele, karena saya saat ini sudah kehabisa ide untuk membuat postingan mengenai rangkaian apa gitu.. Hehe, sekian terimakasih.

Monday, January 30, 2017

Membuat Rangkaian Amplifier IC TDA2030 Beserta Layout

Membuat Rangkaian Amplifier IC TDA2030 + Layout Terbaru | Jika sudah mendengar tentang rangkaian amplifier, tentu akan sangat luas sekali modelnya. Salah satunya menggunakan IC TDA2030 yang akan kita bahas kali ini. Mungkin bagi anda yang saat ini sedang berada dikelas 12 SMK teknologi tahun 2017, khususnya jurusan TAV atau elektronika mungkin sudah tau rangkaian ini.

Rangkaian amplifier ini tentunya menggunakan 2 buah IC TDA2030 sebagai komponen utama. Rangkaian amplifier TDA2030 inipun berjenis mono, yang artinya hanya menggunakan satu buah speaker. Jika anda ingin membuatnya stereo, maka anda hanya perlu menggandakan rangkaiannya saja dan mengatur input masukan audionya. Berikut ini rangkain amplifier TDA2030.
Rangkaian Amplifier BTL TDA 2030
Rangkaian Amplifier BTL TDA 2030
Rangkaian diatas dilengkapi dengan potensiometer berukuran 50K ohm untuk mengatur volumenya, tapi pada rangkaian sebenarnya tidak menggunakan potensiometer sama sekali. Tegangan kerja untuk rangkaian ini sebesar +15Volt DC - 0 - -15Volt DC, yang artinya trafo atau input tegangan yang digunakan berasal dari trafo (Saya sarankan 2 Ampere).
Baca Juga : Rangkaian Charger (Isi Ulang) Baterai 12 Volt
Rangkaian diatas sebenarnya juga tidak terlalu rumit, karena komponen yang digunakan hanya sedikit dan mudah untuk didapatkan. Sedangkan khusus untuk IC TDA2030 sendiri, kaki IC-nya berbentu zig-zag. Artinya yang didepan ada 3 kaki, dan yang dibelakang ada 2 kaki sehingga total kakinya ada 5.

Rangkaian Amplifier TDA 2030 ini sudah saya rancang sendiri menggunakan software cadsoft eagle 7.2.0. Sehingga didapatkan ukuran PCB yang hanya kira-kira 8,5cm x 6,5 cm. Pada papan pcb juga dilengkapi dengan catu daya yang sudah terpasang kapasitor 1000uF 25Volt, sehingga tidak diperlukan rangkaian catu daya yang terpisah. Berikut gambar tata letak dan penjaluran yang telah saya rancang.
Tata Letak + Penjaluran Amplifier TDA2030
Gambar 2. Tata Letak + Layout Amplifier TDA2030
Jika anda perhatikan rangkaian diatas, kaki sebelah kiri potensiometer dihubungkan ke ground. Hal ini dilakukan agar pada saat memutar volume tidak terbalik posisinya. Potensiometer-pun diletakan dipapan paling depan agar mudah untuk diputar. Selain itu 2 buah IC TDA 2030-pun ditaruh diposisi yang paling belakang, sehingga memudahkan dalam pemasangan heatsink atau pendingin.

Rangkaian diatas bisa anda manfaatkan untuk ampli rumahan berdaya kecil atau hanya untuk memutar musik dimobil. Rangkaian amplifier TDA2030 ini bisa anda buat sendiri dirumah, baik menggunakan software maupun secara manual menggunakan spidol. Jadi sekian postingan mengenai rangkaian amplifier TDA2030 ini, semoga bermanfaat, dan selamat mencoba!

Catatan, jika menemukan nilai komponen resistor sebesar 2K2 maka diganti dengan nilai 22K, karena sebenarnya resistor 2K2 itu tidak ada pada rangkaian tersebut. Jika masih menemukan masalah pada saat pembuatan rangkaian ini, bisa hubungi admin di contact us, terimakasih!

Sunday, January 29, 2017

Rangkaian Charger (Isi Ulang) Baterai 12 Volt

Rangkaian Charger Batere atau Aki 12 Volt | Bicara mengenai charger atau isi ulang baterai, tentu itu akan sangat berguna sekali. Apalagi untuk supply tegangan barang-barang penting, seperti untuk motor (Aki) dan perangkat listrik lainnya. Rangkaian yang akan kita bahas kali ini, tidak hanya dapat mencharge atau mengisi ulang baterai 12 volt namun juga dapat digunakan pada aki.

Rangkaian charge baterai 12 volt ini menggunakan IC LM350 sebagai regulator tegangan yang dapat mengalirkan arus sebesar 3 ampere. Rangkaian charge baterai 12 volt ini tidak hanya bisa mengisi baterai kering, namun juga bisa digunakan pada accumulator.

Tegangan input yang digunakan pada rangkaian charge baterai 12 volt ini memerlukan supply tegangan antara 17 volt hingga 30 volt dan mampu melewatkan arus sebesar 3 ampere. Untuk membuat rangkaian ini, anda bisa perhatikan gambar rangkaian charger baterai 12 volt berikt ini.
rangkaian isi ulang baterai aki 12 volt
Gambar 1. Rangkaian Isi Ulang Baterai 12 Volt
Rangkaian charger baterai 12 volt diatas dilengkapi dengan potensiometer pada P1 dengan ukuran sebesar 2K2 ohm, sehingga dapat mengatur supply tegangan dari +13,5 volt DC hingga +14,5 volt DC. Jika anda tidak ingin menggunakan potensiometer, anda juga bisa menggunakan trimpot untuk mengatur nilai resistansinya.
Baca Juga : Rangkaian Proteksi Polaritas Terbalik
Saran saja, jika anda ingin memonitoring suhu baterai yang dicas, maka anda bisa mengganti R3 dengan nilai 10K ohm dengan komponen NTC sebagai sensor panas baterai. Sehingga dalam penempatannya-pun harus dekat dengan baterai, atau dipasang dibodi rangkaian.

Dioda D1 mengalirkan semua arus dari input tegangan ke rangkaian isi ulang baterai 12 volt. Karena arus yang disarankan adalah sebesar 3 ampere, maka anda mesti menggunakan dioda yang dapat mengalirkan arus sebesar 5 ampere atau lebih. 

Perhatikan juga bahwa komponen Q1 yakni bertipe BD 140 dan berjenis PNP. Sedangkan Q2 bertipe BC547 dengan jenis NPN. Disarankan juga untuk kedua tipe transistor diatas, sebaiknya menggunakan heatsink, untuk menghindari dari panas yang berlebihan atau overheat.

Saturday, January 28, 2017

Rangkaian Proteksi Polaritas Terbalik

Membuat Rangkaian Protektor Polaritas Terbalik Menggunakan MOSFET | Dalam suatu rangkaian elektronika tentulah memerlukan sumber tegangan baik AC maupun DC, dan sekarangpun perangkat listrik sudah umum sekali digunakan oleh masyarakat. Bilang listrik AC bisa dipasang terbalik sehingga tidak memerlukan proteksi lagi, namun apa jadinya dengan listrik DC?

Seperti yang kita ketahui DC merupakan singkatan dari Direct Current atau arus searah, yang dimana dalam penggunaannya tidak boleh terbalik antara (+) dan (-). Tentu akan sangat berbahaya sekali jika kita sampai keliru dalam pemasangannya jika terjadi kesalahan. Sehingga untuk itu diperlukan rangkaian proteksi polaritas terbalik.
proteksi DC
Gambar 1. Rangkaian Protektor Polaritas Terbalik
Gambar diatas merupakan rangkaian dari proteksi polaritas terbalik yang akan saya bahas kali ini. Rangkaian diatas dikendalikan menggunakan MOSFET yang berfungsi untuk memutuskan atau tidak menghubungkan sumber tegangan ke perangkat listrik apabila terjadi kesalahan. MOSFET yang digunakan sendiri berjenis P Channel.

Rangkaian diatas memanfaatkan sisi P Channel Drain dan Source Mosfet untuk mencegah terjadinya kesalahan polaritas dari sumber. Selain itu rangkaian proteksi polaritas terbalik ini juga menggunakan Fuse, dioda zenner 15 volt dan juga resistor pada Gate MOSFET. Khusus untuk komponen TVS1 diatas, hanya sebagai komponen tambahan/pelengkap jika ingin digunakan,
Rangkaian proteksi diatas berbeda jika kita hanya menggunakan 1 dioda saja. Memang... cukup dengan 1 dioda bisa sebagai proteksi polaritas terbalik, namun sifatnya hanya menahan arus yang mengalir buka memutuskan. Sehingga jika terjadi arus yang berlebihan, bisa membuat dioda tersebut jebol atau rusak.

Mosfet pada rangkaian diatas seperti yang saya katakan diawal tadi berfungsi untuk memutuskan arus yang mengalir. Karena jika arus yang masuk berbeda atau terbalik, maka mosfet akan dalam kondisi open circuit atau terbuka (rangkaian putus) sehingga arus tidak mengalir ke out.

Mosfet pada rangkaian diatas juga diamankan menggunakan Fuse, sehingga jika terjadi beban yang berlebihan pada perangkat listrik yang dikendalikan, maka mosfet akan aman. Rangkaian proteksi polaritas terbalik diatas bisa anda buat sendiri dengan mudah, karena tidak memerlukan banyak komponen.
Rangkaian Amplifier 18 Watt IC LA4440